Adel : Sejak Gabung di RIC Jadi Lebih Paham Safety Riding

“Don’t judge the book by its cover “ (Jangan menilai buku dari sampulnya), sepertinya ini cocok saat melihat sosok Adelia Deni Kurniasih. Pertama melihatnya, gadis belia 19 tahun ini perawakannya nampak sangat biasa untuk ukuran wanita, wajahnya pun kalem. Tapi siapa sangka kalau tunggangannya adalah Yamaha R15, motor sport yang laki banget.

Gadis imut yang akrab disapa Adel ini adalah anggota dari R15 Independent Club (RIC), bergabung sejak Oktober 2016. Jam terbangnya tak kalah dengan biker cowok di RIC, walau belum genap setahun jadi lady biker. Dia rajin mengikuti touringnya RIC, baik jarak pendek maupun jauh, diantaranya ke daerah Pucak Bogor, Bandung dan Lampung.

Adel rupanya sudah paham bagaimana seharusnya jadi biker yang baik. “Para biker, terutama di kota besar, tunjukan kepada masyarakat bahwa kita bukan geng motor, harus bisa menunjukan sebagai biker yang baik saat berkendara, minimal dengan mengenakan helm dan sarung tangan untuk meminimalisasi fatalitas akibat kecelakaan di jalan,” ujarnya.

Kesan pertama berada diantara bikers pengguna Yamaha R15 ini adalah rasa nyaman dan menyenangkan, karenanya, atas ijin orang tua selama tidak mengganggu sekolah dia putuskan untuk bergabung.

Ketertarikannya masuk klub karena ingin mengenal lebih banyak orang yang sehobi, menjalin kekeluargaan dan silaturahim antar biker. Disini dia ingin menimba ilmu, baik seputar otomotif, juga tata krama perilaku kehidupan sehari-hari dan semua tentang kehidupan biker.

“Ilmu jadi gak tumpul kalau banyak bergaul, dengan bergabung di RIC aku jadi lebih tahu bagaimana membangun pola pikir keselamatan diri kita sendiri dan orang lain saat di jalan, dengan memiliki Knowledge, Skill, dan Atttidude saat berkendara. Sekarang aku jadi punya banyak saudara walau tidak sedarah, itu sangat menyenangkan” terang Adel.

Mulai biasa riding saat kelas 2 SMP ketika masih di kampung orang tuanya di Banyuwangi pakai Yamaha Mio dan Kawasaki KLX 150. Diijinkan Ayahnya mengendarai sepeda motor untuk aktifitasnya sehari-hari setelah punya SIM C ketika sudah kelas 2 SMK, Yamaha R15 dan Honda Vario sebagai selingan menjadi pilihannya. “Tadinya sih pengennya beli R25, karena ukuran badan aku tidak sebanding jadinya beli R15 aja,” ujarnya sambil tersenyum malu.

Demi menggapai cita-citanya menjadi Lawyer, Adel tetap utamakan urusan sekolah, dia akan stop aktivitas klub jika ada urusan penting di sekolah. Sederet prestasi olahraga pun pernah diraihnya, yaitu Juara 1 tenis meja, Juara 3 bulutangkis dua kali berturut-turut antar SMK se-DKI Jakarta saat kelas 1 dan kelas 2 pada tahun  2015 dan 2016.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.