Pantang Mendahului Saat Pandangan Terhalang

AlanBIKERS.com – Banyak risiko saat berlalulintas di jalan raya. Risiko kian membesar manakala pandangan pengendara terganggu.

Salah satu indikator berkendara rendah risiko adalah senantiasa menebar pandangan jauh kedepan. Langkah ini menjadi upaya pengendara untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Informasi yang cukup mengenai jalan yang akan dilintasi menjadi pijakan penting untuk keputusan yang akan diambil.

Entah keputusan untuk menambah atau mengurangi kecepatan, maupun untuk mendahului. Khusus saat akan mendahului, pantang dilakukan saat pandangan kita terhalang.

Pandangan pengendara bisa terhalang oleh banyak sebab. Misal, oleh kendaraan lain yang ada di depan. Atau, oleh kabut pekat maupun gelapnya jalan raya akibat minimnya lampu penerangan jalan. Bahkan, pada suatu kondisi bukan mustahil pandangan terhalang atau terganggu oleh cayaha terang dari pancaran cahaya lampu mobil maupun penerangan jalan.

Pandangan yang terhalang dapat memperlebar celah terjadinya insiden maupun kecelakaan. Terlebih saat hendak mendahului. Sebuah spekulasi bila nekat mendahului dengan kondisi pandangan yang terhalang.

Minimnya informasi soal pergerakan kendaraan dari arah depan, berisiko menimbulkan tabrakan. Bahkan, bukan mustahil bertabrakan dengan obyek bergerak dari samping. Entah itu orang atau hewan yang menyeberang, maupun pengendara sepeda motor yang hendak menyeberang jalan.

Di sisi lain, minimnya informasi soal lintasan yang akan dilalui juga bisa merusak kenyamanan ketika tiba-tiba permukaan jalan bergelombang atau berlubang. Jalan bergelombang dan berlubang dapat merusak kemampuan pesepeda motor dalam menjaga keseimbangan tunggangannya.

Kendaraan yang oleng hingga melebar ke arah berlawanan tentu ringkih berujung pada terjadinya tabrakan. Kalau sudah begitu bisa runyam semuanya. Maklum, kecelakaan dapat berdampak luas. Semua yang terlibat bakal memikul kerugian.

Eloknya kita mendahului saat kondisi amat memungkinkan. Bekal informasi cukup soal adanya pergerakan dari depan maupun samping. Termasuk tentu saja bekal informasi mengenai kondisi lintasan yang akan dilalui.

Bila informasi tidak cukup, sabar sejenak menjadi pilihan bijak. Tak ada ruginya menunda untuk mendahului, ketimbang memaksakan diri, namun dapat menimbulkan kecelakaan. Itu pendapat saya. (edo rusyanto)

Baca juga : https://edorusyanto.wordpress.com/

 

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: