Polisi Masih Jadi Sosok Menakutkan bagi Anak-anak Rusun Cilincing

AlanBIKERS.com – Penegak hukum dalam hal ini kepolisian ternyata masih menjadi sosok yang menakutkan bagi anak-anak usia taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Setidaknya, itulah yang mencuat ketika Road Safety Association (RSA) Indonesia menjadi salah satu pemateri dalam acara “Festival Transportasi” yang digagas Intrachange, di Rusun Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (28/4).

Ketika ditanya oleh Citra Ayu Lestari, anggota Divisi Kegiatan RSA Indonesia mengapa kita harus pakai helm saat menaiki sepeda motor, anak-anak yang hadir spontan menjawab, ”takut ditilang polisi!” Hal ini mengundang senyum tim RSA Indonesia yang hadir dan panitia.

Citra Ayu Lestari, anggota Divisi Kegiatan RSA Indonesia saat menyampaikan materi.

Sontak, Citra pun menjelaskan tentang fungsi helm yang sesungguhnya kepada anak-anak seraya memeragakan cara pakai helm yang benar. Anak-anak usia TK hingga SMP itu pun menyimaknya dengan antusias.

Anak-anak menjawab seperti itu juga ada alasannya. Mereka kerap melihat petugas polisi merazia pengendara motor yang tidak menggunakan helm. Di sinilah, RSA hadir untuk menjelaskan kepada mereka bahwa fungsi helm yang sesungguhnya adalah untuk mengurangi cedera atau luka sebagai imbas dari benturan saat terjadi kecelakaan.

Dalam acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga pukul 15.00 WIB itu, Citra yang didampingi Ketua Umum RSA Indonesia, Ivan Virnanda mengulas semua aspek keselamatan jalan kepada anak-anak, tentunya dengan cara penyampaian yang disukai anak-anak yang diselingi dengan bernyanyi bersama dan bermain games.

“Kami memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai menyeberang jalan yang baik, arti dari rambu-rambu lalu lintas, dan fungsi helm,” ujar Citra saat ditemui di lokasi.

Citra juga menjelaskan, jumlah anak-anak yang mengikuti acara tersebut ada sekitar 200-an anak yang dibagi ke dalam 8 kelompok. Kelompok itu pun dibagi lagi menjadi 2 berdasarkan usia, kelompok pertama, usia TK hingga SD kelas 4 dan kelompok kedua, usia SD kelas 5 hingga usia SMP.

“Kelompok pertama, diberikan pemahaman mengenai menyeberang, rambu-rambu dan menggunakan helm jika dibonceng. Sedangkan kelompok kedua, diberikan pemahaman mengenai fungsi helm, rambu-rambu lalu lintas, kelengkapan berkendara dan kejahatan dijalan raya,” papar Citra.

Untuk diketahui, acara “Festival Transportasi” yang digelar Intrachange juga menggandeng beberapa lembaga lain pegiat transportasi, diantaranya, JepretBusway, Manajemen Pelabuhan UNJ, ITDP Indonesia , Bravo for Disabilities, dan Busway Fans Club. (RSA Indonesia)

 

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.