Mario Iroth : Riding di Paris Membuka Kembali Memori Saya Saat Wheel Story Season 3

AlanBIKERS.com – Mario Iroth pemenang Castrol Power1 Legendary Bikers 2014 saat ini usai melakukan perjalanan Wheel Story Season 5. Dia berpetualang menjelajah benua Afrika menggunakan sepeda motor Honda CRF250 Rally. Inilah cerita yang kirimnya ke Redaksi alanbikers.com pada tanggal 2 Juli 2018, dimana saat itu sudah memasuki hari ke-262 dan jarak yang sudah ditempuh 28.990 Km, kini dia dalam perjalanan kembali ke Indonesia.

Setelah kami berhasil mendapatkan visa Schengen lewat embassy Belanda di London, kami pun langsung gas mengarah ke Dover (Inggris) untuk menyebrang ke Calais (Perancis). Cuaca sangat mendukung dan pagi itu kami memilih menyebrang ke Eropa dari Inggris menggunakan Ferry supaya lebih bisa menikmati pemandangan yang keren di selat Inggris daripada naik kereta lewat English Channel yang hanya duduk manis tidak bisa melihat pemandangan.

Sewaktu turun dari kapal Ferry, saya riding mengikuti arah keluar dan tiba-tiba sudah tiba di kota Calais. Kami bersama motor lainya yang dari Inggris kebingungan karena ada yang kurang. Ya tidak terlihat adalah pos pemeriksaan paspor. Saya pun memutuskan harus riding balik ke pelabuhan sedangkan mereka tidak masalah karena akan kembali ke Inggris nantinya, sedangkan kami akan exit dari Eropa Timur kedepannya.

Sewaktu melaporkan balik di pos polisi akhirnya paspor kami di stamp masuk dengan pelayanan yang ramah dari polisi pelabuhan. Dan sayapun langsung gas mengarah ke Paris yang masih berjarak sekitar 300 km, melewati daerah perkebunan dan pedesaan yang indah disambut cuaca cerah yang sejuk dan bunga warna warni di sekeliling menandakan musim panas telah tiba.

Di Paris kami reunian dengan kawan lama Dave & Ghislaine yang pernah jumpa di tahun 2015 lalu, dimana sewaktu kami sepakat untuk riding bareng melintasi Myanmar hingga Nepal dan India. Waktu itu Dave dan Ghislaine melakukan perjalanan dari Sydney ke London. Luar biasa kami bisa jumpa kembali dengan mereka Paris. Dan dihari berikutnya, tibalah saya untuk kembali menginjakkan kami di depan menara Eiffel dimana pernah menjadi garis finish petualangan Wheel Story season 3 tahun 2015 lalu.

Riding di kota Paris kembali membuka memory saya ketika berkendara disini waktu yang lalu, riding diantara mobil dalam kemacetan kota hingga melewati trowongan dan ke arah menara Eiffel dan Arc de Triomphe du Carrousel yang berada di depan museum Louvre, dikelilingi bangunan tua bergaya Eropa dan pertokoan megah disekeliling hingga melihat cafe dan restoran yang pernah saya duduk menikmati Paris 3 tahun lalu masih saya ingat.

Kota ini hangat dan bersahabat, belum lagi mendengar orang berbicara bahasa Prancis yang seksi hingga sapaan biker lain yang berpapasan dengan khas nya (menjulurkan kaki kalau nyalip dan  tangan menjulur dengan 2 jari terbuka) sebagai tanda ‘helo!’ ke biker lainya tanpa memandang jenis motor, ini keren sekali! namun saya tidak bisa berlama-lama di kota Paris, saatnya menyusuri pedesaan dan pemandangan alam Prancis.

Kamipun riding ke arah utara, melewati daerah perkebunan yang luas dengan jalanan sepi dan asri hingga jalanan desa yang sempit dan dikelilingi bangunan tua dan speed limit harus 50 km/jam bahkan 30km/jam kalau dekat daerah pusat kota kecil, dan juga daerah sekolah.

Jalanan desa ini membawa kami hingga kota Reims yang indah dan sebelum sunset kami sudah bersantai membuka tenda di di campsite di desa Val-de-vesle yang dikelilingi pepohonan hijau dan perkebunan yang indah juga sungai yang menambah suasana makin betah hanya beberapa meter depan tenda kami. Kami pun duduk minum teh menikmati suasana desa hingga matahari terbenam sekitar jam 10 malam ketika musim panas.

 

23Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.