Mario Iroth : Saya Singgah Disekitar Danau Baikal, Danau Terdalam di Dunia

AlanBIKERS.com – Mario Iroth pemenang Castrol Power1 Legendary Bikers 2014 sudah tuntas melakukan perjalanan Wheel Story Season 5, berpetualang menjelajah benua Afrika menggunakan sepeda motor Honda CRF250 Rally. Inilah cerita yang dikirimnya ke Redaksi alanbikers.com pada tanggal 19 September 2018. Saat ini dia sudah menempuh total jarak 41.055 Km, memasuki hari ke-343, dalam perjalanan kembali ke Indonesia.

Saya menunggu lama di Moscow untuk proses aplikasi visa ke negara Jepang. Ini akan memakan waktu karena dokumen aplikasi yang saya masukan sudah di akhir pekan dan visa Rusia saya terus berjalan.

Masih sekitar 11.000 km menuju Vladivostok. Jalur Trans Siberia semakin dingin dan basah karena mulai memasuki musim gugur, akan lebih banyak hujan dan dingin, saya hanya memegang single entry visa Rusia maka plan ‘B’ akan saya pakai.

 Jadi saya harus keluar dari Rusia sebelum visa habis kalau tidak nanti akan kena deportasi. Akhirnya saya memilih ke Mongolia, setelah visa Jepang dapat lantas saya lanjutkan apply visa Mongolia dari Moscow.

Namun waktu terus berjalan, saya tidak mau kena masalah besar dengan visa. Saya membuat keputusan untuk mengirim motor lewat kargo ke Irkutsk sekitar 5.200 km dari Moskow dan saya akan menyusul naik kereta api trans Siberia setelah visa Mongolia selesai.

Setelah 5 hari tumpangi kereta trans Siberia, saya tiba di Irkutsk disambut hari yang cerah dengan temperatur dibawah 15°C, setelah berhasil dapat penginapan kemudian lanjut menjemput motor dari gudang kargo yang sudah sampai duluan. Hari itu saya bergerak ke arah timur danau Baikal, saya tinggal di desa kecil Baykalsk berada di sebelah selatan danau Baikal, namun sangat dingin.

Sayang hari itu danau Baikal berlatar belakang awan kelabu namun tetap enak dipandang. Danau terdalam di dunia ini dengan airnya yang bening bikin saya betah berdiri dipinggir sambil menikmati angin sepoi-sepoi sesekali warga lokal menyapa karena saya tidak bisa berbahasa Rusia, akhirnya google translate menjadi penengah percapakan saya bersama warga lokal hari itu sampai tidak terasa kalau udara dingin sekitar 9°C.

Lanjut perjalanan yang dingin ini mengikuti jalan trans Siberia yang sepi, tidak ada motor yang berpapasan. Terlihat hutan gelap dan desa kecil yang sepi. Beberapa sektor dijalan ini bergelombang, banyak lubang dan lumpur tebal karena ada proyek perbaikan jalan.

Awan gelap terus mengikuti sesekali menerobos gerimis dengan butiran air es menyapu wajah. Semakin sore semakin dingin, namun beruntung kami tiba di Ulan-Ude sebelum malam tiba. Saya temukan hotel murah dipinggir kota lengkap dengan pemanas ruangan. Bayangkan saja kalau musim dingin daerah ini bisa mencapai -30°C.

Saya sangat beruntung karena cuaca cerah beberapa hari kedepan, langit biru dan sinar matahari membuat jalanan kering dan terasa hangat walau sebetulnya temperatur maksimum hari itu berkisar 17°C asalkan jangan hujan, dari Ulan-Ude saya pun mengarah ke selatan.

Dalam perjalanan saya pun menikmati keindahan danau Gusinoye, menikmati minuman hangat dari toko kecil pinggir jalan, juga jalanan berkelok dengan pemandangan perbukitan dan padang rumput yang luas. Jalan ini akan membawa saya menuju Mongolia.

29Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: