Menhub Ajak RSA Indonesia Berkolaborasi Saat Terima Audiensi

Road Safety Association (RSA) Indonesia memiliki kesempatan bertemu dengan untuk melakukan audiensi dengan salah satu stakeholder keselamatan jalan di Indonesia, yakni Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Pertemuan berlangsung di Gedung Kemenhub, Jln Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018).

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menerima langsung tim RSA Indonesia yang diwakili Badan Kehormatan Rio Octaviano, Badan Pengawas Lucky Junan Subiakto, Ketua Umum Ivan Virnanda dan dua anggota Divisi Kegiatan Citra Ayu Lestari dan Edwin Ramdan. Dalam pertemuan itu, Menhub didampingi Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Budi Setiyadi, Direktur Keselamatan Transportasi Darat Yani dan Staf Ahli Keselamatan Cris Nanto.

Dalam kesempatan membuka sesi pertemuan, Ivan memperkenalkan anggota tim RSA Indonesia yang hadir kemudian secara umum menjelaskan profil RSA Indonesia. “Pak Menteri, RSA adalah sebuah LSM pegiat keselamatan jalan yang hadir sejak 2006. RSA lahir dari keprihatinan terhadap angka korban kecelakaan lalu lintas yang tinggi di Indonesia, bahkan 70-an nyawa harus hilang di jalan raya setiap hari di negeri ini,” ujar Ivan mengawali percakapan.

Menurutnya, RSA hadir di tengah masyakarat membawa pesan bahwa keselamatan di jalan sangatlah penting, karena itu, kata Ivan, RSA mempertanyakan mengapa hingga saat ini tidak ada badan berskala nasional yang khusus mengurusi keselamatan jalan.

“Kalau untuk narkoba kita punya BNN, untuk bencana kita punya BNPB, yang mohon maaf, jumlah korbannya lebih rendah dari kecelakaan lalu lintas, tapi pemerintah aware, kenapa untuk keselamatan jalan tidak bisa?,” tanya Ivan.

Penyampaian kegiatan RSA

Dalam sesi berikut, Rio menyampaikan kegiatan-kegiatan yang sudah, tengah dan akan dilakukan RSA Indonesia. Untuk kegiatan yang sudah dilakukan, Rio menyebutnya sebagai kegiatan yang menyentuh langsung grass root pengguna jalan.

“Kita turun ke lapangan, menyampaikan pesan-pesan road safety langsung ke kantung kantung masyarakat seperti di lingkungan tempat tinggal, komunitas dan klub, ormas, juga ke private sector,” tutur Rio.
Tak hanya itu, Rio juga mengungkapkan sumber dana RSA yang hingga kini masih dapat bertahan di Indonesia.

“Jadi kita pak Menteri, ada program yang namanya, yang kita sebut ‘ngamen’. Kita datangi satu-satu pelaku usaha, sektor swasta untuk kami bekali dengan pengetahuan tentang road safety, bagaimana cara memandang keselamatan, membentuk human behaviour. Nggak cuma itu, kadang kami yang mengurusi RSA pun swadaya mengumpulkan dana sendiri buat kelangsungan organisasi,” ungkap Rio.

Tanggapan Menhub

Menteri Budi menyambut baik kehadiran RSA Indonesia di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, dia meminta RSA Indonesia untuk bekerja sama dengan Dirjen Perhubungan Darat untuk melaksanakan sebuah program yang disebutnya harus fokus, memiliki keunikan tersendiri dan bisa didengar oleh seantero negeri bahwa program tersebut ada. “Yang penting bagi saya, bagi kami, buat program yang fokus, uniequeless, dan ‘bunyi’,” ucap Menhub.

Adapun alasan mengapa Menhub menitikberatkan pada tiga hal itu karena dia merasa apa yang dilakukan Kemenhub selama ini kurang direspon baik oleh masyarakat. Menhub menengarai, karena kurangnya perhatian dari media massa dan kalangan internal kabinet kerja sendiri.

“Kemarin waktu kita gelar ramp check, libur natal dan tahun baru, ada tiga bus pariwisata yang kita check, dan kita dapati satu bus yang nggak memenuhi standar keselamatan. Itu baru tiga bus, tapi nggak kedengeran kan, nggak ‘bunyi’,“ tutur Menhub.

“Coba ambil contoh, bukannya saya iri bukan, KKP (Kementerian, Kelautan dan Perikanan) Bu Susi dikenal publik dengan tagline ‘tenggelamkan’,” imbuh Menhub seraya tersenyum.

Intinya dalam pertemuan itu, Menhub menerima dengan baik kunjungan RSA Indonesia dan saat itu juga Menhub Budi meminta Dirjen Hubdat mendukung RSA untuk menyusun sebuah program kerja.

“Silakan nanti (bicarakan) dengan dirjen, bicarakan detailnya, pokoknya program yang ada harus tiga tadi itu, fokus, unik dan ‘bunyi’,” tegas Menhub. (rsa.or.id)

rsa.or.id/terima-audiensi-menhub-ajak-rsa-indonesia-berkolaborasi/

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: