Wajah SCA Dulu dan Kini

AlanBIKERS.com – Safety Campaign Award (SCA) memasuki tahun kelima pada 2018. Program kampanye keselamatan jalan yang bergulir secara konsisten dan terukur tersebut konsepnya terus dipertajam dari tahun ke tahun.

Pertamakali bersentuhan dengan program besutan Adira Insurance tersebut saya sempat ragu apakah kegiatan ini dapat konsisten bergulir. Keraguan saya kian pupus saat program yang melibatkan anggota kelompok pesepeda motor tersebut memasuki tahun kelima. Sinyal untuk terus mempertahankan program kian kuat. Bahkan, setiap tahunnya mendapat suntikan darah segar.

Antusiasme penyelenggara, khususnya dari kalangan karyawan Adira yang ditunjuk menangani program itu nyaris tak kalah dengan kelompok pesepeda motor yang terlibat. Bongkar pasang manajemen tak menggoyahkan perjalanan program, setidaknya sampai 2018. Aspek ini pula yang turut memupus keraguan saya yang muncul saat masa-masa awal SCA digulirkan.

Gagasan Awal

Sebelum bernama SCA, sempat mencuat gagasan agar kegiatan itu diberi nama Safety Campaign Competition (SCC). Saat itu, yakni tahun 2014, perdebatan nama akhirnya menyepakati SCA ketimbang SCC. Maklum, bila penekanan pada ‘competition’ substansi kegiatan cenderung menjadi sekadar ajang adu konsep untuk meraih yang terbaik. Padahal, program itu sejatinya merupakan apresiasi yang diberikan Adira Insurance kepada kelompok pesepeda motor yang telah menggulirkan kampanye keselamatan jalan secara konsisten dan terukur. Sekaligus menjadi ajang menyemai kepedulian kepada keselamatan lalu lintas jalan di kalangan kelompok pesepeda motor.

Tahun pertama SCA digulirkan, yakni pada 2014, ada tiga tahapan yang harus dilalui para peserta sebelum akhirnya memperoleh anugerah (award). Tahap pertama, setelah melakukan registrasi daring, komunitas/klub pesepeda motor diwajibkan membuat proposal usulan satu kegiatan kampanye keselamatan jalan (road safety). Proposal tadi dikirim ke panitia pelaksana, lalu diseleksi untuk memilih 15 besar.

Briefing TOP 10 SCA 2014

Untuk tahap pertama, kriteria penilaian mencakup; public exposure (20%), manfaat dan keterlibatan pihak lain/ multiplier effect (25%), konsep kegiatan (25%), dan kegiatan kampanye keselamatan di jalan yang pernah dilakukan sebelumnya (15%). Selain itu, inovasi & keunikan (10%) serta lolos verifikasi kelengkapan administrasi (5%).

Tahap kedua, yakni implementasi. Pada tahap ini 15 komunitas/klub dengan proposal terbaik yang telah terpilih pada tahap sebelumnya diharuskan mengimplementasikan kegiatan tersebut sesuai dengan proposal yang telah diberikan. Pada tahap ini komunitas/klub diberikan subsidi dana kegiatan sebesar Rp 1 juta untuk implementasi kegiatan.

Selanjutnya akan dipilih 10 komunitas/klub terbaik berdasarkan kriteria penjurian. Oh ya, kriteria di tahap ini adalah kesesuaian waktu berdasarkan proposal (5%), public exposure (25%), manfaat & keterlibatan pihak lain (multiplier effect) (30%), konsep kegiatan (25%), dan keterlibatan anggota (15%).

Ki-ka : Komunitas Penerima Award SCA Pertama Tahun 2014, SSFC, STIR.Com dan Pulsarian KALIBER.

Setelah melewati dua tahap, selanjutnya masuk ke tahap yang menentukan, yakni tahap ketiga atau tahap presentasi. Di tahap ini, ke-10 kelompok pesepeda motor yang lolos diharuskan mempresentasikan kegiatan yang telah dilakukan. Bobot penilaian di tahap ini terdiri atas public exposure (25%), manfaat & keterlibatan pihak lain/multiplier effect (30%), dan konsep kegiatan (25%). Selain itu, inovasi & keunikan (5%), pengetahuan terkait konsep road safety (10%), dan kemampuan presentasi (5%).

Dari tahap tersebut bakal dipilih tiga terbaik yang bakal mendapat penghargaan SCA 2014. Mereka memperoleh uang penghargaan hadiah pertama Rp 7 juta, kedua Rp 5 juta, dan ketiga Rp 2 juta. Selain itu, ada dana subsidi kegiatan untuk tiga bulan masing-masing sebesar Rp 3 juta.

Perubahan Wajah

Lima tahun kemudian, yakni pada 2018, wajah SCA berubah bentuk. Jika semula hanya tiga tahap, kini terdapat empat tahap. Sejatinya penambahan itu lebih berupa pengembangan pada tahap pendaftaran. Setelah registrasi daring atau registrasi fisik dengan mengisi formulir, calon peserta SCA barulah membuat proposal. Bedanya, dalam pembuatan proposal, kelompok pesepeda motor akan didampingi oleh mentor yang ditunjuk oleh panitia pelaksana (panpel).

Konkretnya, dari 121 pendaftar, panpel menyaring 50 besar calon peserta SCA. Lalu, ke-50 kelompok tadi mendapat mentor. Khusus tahun 2018, satu mentor menangani lima kelompok.

Proposal yang masuk tercatat 35 kelompok karena 15 lainnya mengundurkan diri dengan beragam alasan. Ke-35 proposal tadi diseleksi oleh panpel untuk memilih 10 besar. Peserta yang lolos 10 besar tadi didampingi satu mentor untuk mempertajam rencana sekaligus memuluskan implementasinya.


Para mentor sebelum bertugas dibekali sejumlah materi dalam workshop yang digelar di Jakarta. Mulai dari materi seputar keselamatan jalan, pembuatan proposal hingga strategi komunikasi digital. Begitu juga dengan para kelompok yang lolos 10 besar. Bersama para mentor, mereka dibekali materi terkait tema SCA 2018 yang mencakup pengetahuan seputar helm, strategi komunikasi digital, dan pengalihan risiko lewat BPJS Tenaga Kerja.

Sementara itu, kriteria atau pembobotan dalam penyaringan tiap tahap nyaris sama dengan tahun 2014. Untuk menyeleksi peserta masuk dalam 50 besar kriterianya mencakup; road safety concept (25%), road safety knowledge (25%), dan communication tools (25%). Selain itu, road safety experience (20%) dan lolos verifikasi kelengkapan administrasi (5%).

Pembobotan untuk lolos 10 besar mencakup multiplier effect (25%), road safety concept (20%), dan communication strategy (20%). Selain itu, public exposure (15%), penulisan proposal (15%), dan inovasi/keunikan (5%).

Peserta 10 besar atau finalis akan mengikuti presentasi setelah melalui tahap implementasi. Di tahap untuk menentukan tiga besar penerima anugerah itu kriteri penilaiannya mencakup; impact (30%), public exposure (20%), serta road safety concept dan road safety knowledge (20%). Selain itu, digital communication (15%), pengukuran kampanye (10%), dan presentation skill (5%).

Terkait uang penghargaan, untuk SCA 2018 terdiri atas hadiah pertama sebesar Rp 10 juta dengan dana subsidi kegiatan untuk tiga bulan Rp 6 juta atau setiap satu kegiatan per bulan Rp 2 juta. Lalu, hadiah kedua Rp 7 juta plus Rp 6 juta dan hadiah ketiga Rp 5 juta plus Rp 6 juta. Sedangkan dua hadiah khusus masing-masing Rp 2,5 juta per kelompok.

Perbedaan lain SCA 2018 dengan SCA 2014 adalah wilayah cakupan peserta. Semula wilayah peserta kegiatan adalah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek). Kini, ditambah dengan Bogor sehingga mencakup Jabodetabek.

Secara umum, SCA menjadi satu-satunya gerakan keselamatan jalan yang konsisten dan terukur dengan melibatkan anggota kelompok pesepeda motor. Duet masyarakat dengan dunia usaha ini menempati posisi strategis di tengah masih kelamnya jalan raya kita. Membangun budaya berlalulintas jalan yang aman dan selamat mutlak terus digulirkan mengingat masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas jalan. Kita tahu, Indonesia masih menghadapi 280-an kasus kecelakaan per hari yang merenggut 70-an jiwa per hari. Terus bergerak. (edo rusyanto)

Baca juga : Edo Rusyanto’s traffic

17Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: