AlanBIKERS.com – Banjir salah satu bencana alam yang tak bisa dihindari, jika sudah terjadi kita hanya bisa berupaya untuk memperkecil resiko yang diakibatkannya. Berikut tips yang disampaikan oleh Bro Damar dari Suzuki Satria F150 Club (SSFC) jika motor kita usai terkena banjir.

Untuk temen-temen bikers yang motornya mogok karena melewati banjir, jangan memaksakan untuk menghidupkan mesin lalu menggeber – geber gasnya dengan tujuan mengeluarkan air atau menghilangkan brebet.
Jika usai melewati air lalu mogok dan dicoba disela motor masih hidup, jangan langsung di geber karena bisa terjadi water hammer, yaitu air di sedot masuk keruang bakar lalu di kompresi oleh piston yang menuju TMA.
Bila dalam keadaan normal, saat piston menuju TMA dan terjadi proses kompresi maka uap bensin akan terbakar lalu terbuang, tapi bila air yang dikompresi maka air tak dapat terbakar, dan sesaat sebelum air tersebut terbuang lewat klep out maka terjadilah water hammer. Bila motor digeber sampai 7.000 rpm saja selama 1 menit, berarti sudah terjadi 7.000 x water hammer dalam 1 menit itu.
Makin tinggi kompresi motor tersebut, apalagi yang motornya badai maka makin kuatlah water hammernya dan resiko klep bengkok, stang seher bengkok, kepala piston bolong, pinggiran piston grepes, dan ring patah sudah didepan mata.
Jadi langkah yang tepat bila selepas melewati banjir motor mogok lalu disela masih bisa hidup, biarkan nyala tanpa harus digeber-gebr gasnya sambil jaga stasioner mesin supaya tidak mati dan brebetnya hilang barulah lanjutkan perjalanan.
Tapi bila disela berulang kali motor tetap tidak hidup, buka busi atau kendorkan, keringkan area kabel busi, kop busi sampai sekitar koil, lalu coba sela berkali-kali sampai air di ruang bakar keluar semua, setelah itu baru pasang /kencangkan lagi businya dan coba disela.

Jika Motor Terendam Banjir Cukup Lama
Bila motor sempat terendam banjir berjam-jam, sebaiknya tidak usah mencoba disela apalagi kontak on, yang dilakukan adalah dengan membuang oli mesin dan lepas filter olinya, kendorkan/ buka businya lalu dalam keadaan kontak off disela terus sampai tidak ada air yang keluar dari lubang busi/ lubang knalpot sampai benar-benar yakin bersih dan tidak ada airnya.
Setelah itu ganti dan pasang filter oli yang baru jangan dipakai lagi yang bekas, karena filter oli yang terkena air otomatis sudah mampet/tersumbat akibatnya oli malah tidak naik nantinya. Kemudian tuang oli baru (oli murah aja dulu), pasang/ kencangkan busi.
Jangan lupa karburator dibersihkan, filter udara diganti atau dilepas sekalian aja utk sementara. Lepas body lalu keringkan semua kabel-kabel, soket, area sikring, koil dan lain –lain bisa menggunakan lap/ angin kompresor atau jemur aja motornya panas-panasan. Setelah kering baru kontak on dan coba disela/ hidupkan. Jangan pakai elektrik stater karena kalau gak hidup-hidup mesinnya akan beriko akinya bisa drop/ habis setrum.
Setelah mesin hidup, panaskan dengan stasioner jangan digeber-gebr sampai brebetnya hilang. Jika mesin sudah bisa hidup dan stasioner sudah normal silahkan buang lagi olinya, lepas filter olinya, lalu ganti dengan oli yang baru sesuai selera yang biasa dipakai. Semoga membantu.

















