AlanBIKERS.com – Sambil menunggu waktu berbuka puasa atau yang sering disebut ngabuburit, Jhonta Herry Padmono dan kedua anak laki-lakinya yakni Jhonsi Rhenza Meidhaza dan Jhoda Klenovari Rugefa melakukan turing bertajuk “Turing Lintas Batas”.
Meski tetap melakukan ibadah puasa, mereka masih bisa mememenuhi hasrat turing yang sudah menjadi hobi dalam keluarga ini
Tradisi masyarakat untuk menunggu waktu berbuka puasa atau yang dikenal dengan ngabuburit biasanya dilakukan 1 atau 1 jam menjelang Magrib berkumandang, dan tempat yang dituju pun tidak jauh dari rumah. Namun, berbeda dengan Jhonta Herry Padmono, pemilik Graha Auto Classic Cikarang ini. Bersama kedua anak lelakinya, Jhonsi Rhenza Meidhaza dan Jhoda Klenovari Rugefa melakukan Turing Lintas Batas menuju pantai Belanakan, Subang, Jawa Barat pada Minggu, 9 Mei 2021 kemarin.

Dalam ngabuburit, ketiga Bikers Graha Auto Classic ini menunggangi motor klasik, antara lain Royal Enfield 500 cc, BSA Golden Flash 650cc tahun 1951 dan BSA Salur 500cc lansiran 1948. Untuk menjaga apabila terjadi kerusakan, Herry mengajak seorang mekanik yaitu James Hendrik, dan Devan seorang kameraman untuk mendokumentasikan perjalanan. James dan Devan berbocengan menggunakan BMW R1150.

“Saya sengaja ajak mekanik buat jaga-jaga kalau ada motor yang trabel di jalan. Maklum motor tua, jadi mesti siap-siap,” terang Herry. Benar dugaan Herry, saat di perjalanan menuju Subang, ada sedikit kendala yang dialami BSA Golden Flash yang ditunggangi Bikers berusia 48 tahun itu. “Pengapian tekor. Untungnya segera diatasi dan kita bisa melanjutkan perjalanan,” tambahnya.

Untungnya, trabel tidak merambat ke motor BSA Salur yang ditunggangi Rhenza panggilan akrab Jhonsi Rhenza Meidhaza dan Royal Enfield 500cc yang dipakai Jhoda Klenovari Rugefa yang kerap dipanggil Klenov. Kedua anak laki-laki Herry merasa bangga bisa turing bareng ayahnya. “Kami bangga punya ayah yang jadi panutan dan teman dalam perjalan. Jarang-jarang bisa mendapatkan suasana seperti ini,” ujar Rhenza dan Klenov bangga karena telah melakukan turing dengan ayahnya sejauh 110 km.

“Turing Lintas Batas sambil ngabuburit ini idenya dari anak-anak saya, yang ingin merasakan turing di bulan Ramadhan sambil ngebuburit. Klenov yang punya usul, terus Rhenza yang menyampaikannya ke saya. Saya pun siapkan waktu buat mereka. Kali ini saya tidak ajak istri dan anak perempuan karena motor klasik punya single saddle, jadi nggak bisa berboncengan,” tutur Herry yang juga Pengurus Motor Antique Club Indonesia (MACI) Chapter Cikarang.

Pada turiing lintas batas sambil ngabuburit kali ini dirasakan Bikers dari Graha Auto Classic sebagai perjalan dan petualangan yang sangat sempurna. Meski tetap melakukan ibadah puasa, mereka masih bisa mememenuhi hasrat turing yang sudah menjadi hobi dalam keluarga ini. Terlebih dengan menunggangi motor klasik yang selalu punya cerita dan seni dalam perjalanan. (TR/AB)















