AlanBIKERS.com – Bikers Muslim (BM) Malang Raya Subuhan Morning Ride (Sunmori) sambil menggapai Fastabiqul Khairat…
Fastabiqul Khairat yang terkandung dalam QS Al Ma’idah ayat 48, yang artinya: Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikanmu satu umat (saja). Akan tetapi, Allah hendak mengujimu tentang karunia yang telah Dia anugerahkan kepadamu. Maka, berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan.

Untuk mendapatkan Fastabiqul Khairat itulah, usai shalat Subuh berjamaah di masjid Ki Ageng Gribig, Jl. Ki Ageng Gribig No. 7 Madyopuro, Kedungkandang, Malang, Jawa Timur, dan mendengarkan kajian dengan tema “Problematika Umat Islam Kekinian yang disampaikan Ustadz Andri Kurniawan, tujuh orang Bikers Muslim Malang Raya melanjutkan kegiatan rutin mingguan mereka, yaitu Sunmori.
Namun Sunmori yang dilakukan pada Ahad (21/11) kemarin tersebut agak berbeda. Mereka tidak hanya riding di Ahad pagi, namun juga menyisipkan aksi sosial dengan menyalurkan pakaian layak pakai ke Pondok Hidayatus Salafiyah, Kec. Lawang, Malang. “Semua ini kami lakukan dalam upaya Fastabiqul Khairat, guna tabungan amal di akhirat kelak,” ungkap Bintang Rizal Prayudha, Leadar BM Malang Raya.

Dari masjid Ki Ageng Gribig, perjalanan sosial dimulai dengan menuju Markas Jaket Arek Malang (JAM) yang terletak di Jln. Wisnuwardhana Gang 3 Sawojajar, Sekarpuro, Kec. Pakis, Malang untuk mengambil beberapa karung pakaian bekas layak pakai hasil sumbangan dari member BM Malang Raya dan donatur umum.
Riding pun dilanjutkan menuju ke Lawang, dimana lokasi Pondok Hidayatus Salafiyah berada. Sekitar 1 jam perjalanan, akhirnya rombongan tiba dan langsung disambut oleh Gus Alex, selaku Pengasuh Pondok. “Kami senang sekali dengan kehadiran Bikers Muslim Malang Raya. Semoga dari bantuan ini dapat meringankan hisab kelak di hari kiamat,” ujar Gus Alex.

Doa dan harapan yang dilontarkan Gus Alex pun disambut baik oleh BM Malang Raya. “Semoga di setiap kegiatan yang kami lakukan berisi nilai-nilai pahala dan amal yang dapat menjadi hujjah kelak di hadapan Allah Ta’ala. Kita dilahirkan di dunia banyak membawa dosa, oleh karena itu di dunia ini kita mesti banyak beramal untuk mensucikan dari dosa kita masing-masing,” tutup Rijal. (BM/AB)















