Mengunjungi Glacier Area yang Sebelumnya Tertutup untuk Wisatawan Asing
Selain melintasi Everest Base Camp dan jalur Route 318 serta Route 317, tim juga mengunjungi kawasan Yuexionggou High Mountain Periglacial Wetland Park di Baqing County, Tibet.
Kawasan ini merupakan ekosistem pegunungan tinggi yang terbentuk dari proses glasial dan periglacial selama ribuan tahun, dengan sumber air yang berasal dari pencairan salju dan es pegunungan Tibet. Guide yang mendampingi kami berkata bahwa kawasan tersebut baru akhir-akhir ini dapat diakses wisatawan asing dengan izin khusus.
Bagi tim ekspedisi Indonesia, kunjungan ke kawasan glacier tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan selama menjelajahi dataran tinggi Tibet. Berdasarkan informasi dari guide resmi Tibet yang mendampingi perjalanan, sangat mungkin Bro Rial dan Bro Adet menjadi bikers Indonesia pertama yang mencapai kawasan tersebut menggunakan sepeda motor berplat Indonesia.

Baca juga: Demi Speed Recovery, Bro Adet Lakukan Solo Touring Semenanjung Malaysia 360
Ekspedisi ini juga menjadi simbol kolaborasi positif antar bikers Asia Tenggara. Untuk memasuki China dan Tibet menggunakan kendaraan asing, tim Indonesia bergabung bersama 11 rider dari Malaysia dalam satu grup ekspedisi yang harus melalui proses perizinan dan birokrasi yang kompleks serta memerlukan persiapan berbulan-bulan sebelumnya.
Menurut Bro Adet, tantangan terbesar dalam perjalanan ini bukan hanya kondisi jalan ataupun cuaca ekstrem, tetapi bagaimana menjaga kondisi fisik dan mental selama berminggu-minggu berada di lingkungan dengan kadar oksigen rendah.
“Setiap hari kami harus beradaptasi dengan perubahan elevasi, cuaca, dan kondisi tubuh. Perjalanan ini mengajarkan bahwa konsistensi, kesabaran, dan kerja sama tim jauh lebih penting daripada kecepatan,” ujar Bro Adet.

Baca juga: 7Gear Ride and Camp 2025 Sukses Manjakan Para Bikers Penggemar Adventure
Setelah meninggalkan dataran tinggi Tibet dan memasuki wilayah Sichuan, tim juga berkesempatan melaksanakan ibadah qurban di sebuah masjid di Chengdu bersama rekan-rekan bikers Malaysia yang tergabung dalam ekspedisi ini.
Momen tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi Bro Adam Malik, bikers Malaysia keturunan Medan, Sumatera Utara. Biasanya ia melaksanakan qurban di Malaysia atau Sumatera Utara. Ini menjadi pengalaman spiritual yang sangat berkesan, terlebih karena pelaksanaannya dilakukan setelah menyelesaikan perjalanan panjang dari salah satu kawasan tertinggi dan paling terpencil di dunia.

















