Saat perjalanan dari Kelantan Bro Adet melewati Terangganu – Pahang, dimana lokasinya sangat dekat dengan pantai. “Saat itu cuacanya sedang panas terik yang membuat kondisi fisik saya agak letih, tak jarang saya harus beberapa kali singah di R&R (istilah untuk Rest Area disana) untuk melepas dahaga dan istirahat,” kenang Bro Adet.
Selanjutnya Bro Adet riding dari Pahang menuju Johor yang kali ini dia harus menghadapi tantangan berupa banjir yang sedang melanda, akibatnya beberapa daerah pun di tutup. “Serunya lagi, saat melintasi daerah tersebut kondisinya malam hari. Nasib baik, ada tumpangan mobil yang membantu untuk bisa melewati daerah banjir tersebut, akhirnya saya bisa melewatinya,” ujar Bro Adet.
Baca juga : Pentingnya Pemahaman Roadbook Bagi Adventure Riders Saat Mengikuti Reli
Perjalanan Bro Adet selanjutnya mendatangi Tanjung Pia, merupakan titik paling selatan Semenanjung Malaysia atau titik paling ujung Benua Eurasia. Diceritakannya, untuk mencapai tugu ini harus berjalan kaki hampir sejauh 2 Km. Kemudian dia lanjutkan riding melewati daerah Pontian – Batu Pahat.
“Disini saya sempat kaget, masyarakat disini bisa berbahasa Jawa. Ternyata nenek/ kakek atau buyut mereka banyak yang berasal dari Pulau Jawa,” terang Bro Adet. Dari sini dia sempatkan singgah di Kota Malaka dan berfoto di beberapa tempat yang iconic, merupakan kota tua di jaman kolonial Ingris. Selanjutnya Bro Adet lanjutkan perjalanan menuju Rumpin dan kembali ke Seremban.
“Tak terasa total hampir 11 hari perjalanan dengan total 2200km. Sunguh berkesan, serumpun membuat kita lebih mudah dalam berkomunikasi dan budaya, sehingga tak sulit mencari makan maupun tempat ibadah, yang paling penting dapat mengenal kearifan lokal serta budaya sepanjang perjalanan saya ini,” tutup Bro Adet.



















