Semarang: XMAX Titanium Bergaya Drag Race
Sebagai kota pembuka, Semarang langsung menunjukkan antusiasme tinggi dengan jumlah peserta terbanyak di antara seluruh kota penyelenggaraan, mencapai lebih dari 100 peserta. Seri ini juga menjadi panggung bagi Udin El yang menghadirkan satu-satunya XMAX bergaya drag race di kelas Master MAXI.
Ubahan ekstrem dilakukan dengan mengganti seluruh rangka menggunakan material titanium, sehingga dimensi XMAX yang identik dengan bodi besar berubah menjadi ramping layaknya motor drag. Keberanian mengeksplorasi konsep dan material tersebut mengantarkan Udin El menjadi pemenang Master MAXI sekaligus mengamankan tempat di Grand Final.
Bandung: Persaingan Ketat dengan Modifikasi Sarat Teknologi
Sebagai kota yang lekat dengan perkembangan tren dan budaya bermotor, Bandung menghadirkan persaingan yang sangat kompetitif. Seri kedua ini layak disebut sebagai “seri neraka” karena para peserta membawa karya yang tidak hanya mewah secara tampilan, tetapi juga memiliki tingkat kerumitan teknis yang tinggi.
Salah satu sorotan datang dari XMAX bergaya Batman garapan MWM Motorworks yang berhasil memenangkan kelas Master MAXI. Mengusung tampilan futuristik dengan detail modifikasi yang kuat, motor tersebut juga dibawa ke panggung internasional untuk mengikuti kompetisi modifikasi di Dubai, Uni Emirat Arab.
Makassar: Single Front Fork Berpadu Identitas Lokal
Keunikan seri Makassar hadir melalui XMAX milik Haji Usman Vhendrank, modifikator asal Pangkep yang berhasil memenangkan kelas Super MAXI. Motor tersebut menjadi satu-satunya peserta yang mengaplikasikan konfigurasi single front fork, menghadirkan tampilan kaki-kaki depan yang berbeda dan mencuri perhatian.
Identitas Sulawesi Selatan juga ditampilkan melalui airbrush bergambar Sultan Hasanuddin serta simbol Ayam Jantan dari Timur pada bagian depan motor. Perpaduan eksplorasi teknis dan kebanggaan terhadap budaya daerah menjadi karakter kuat karya tersebut.
Bali: Teknologi Canggih dan Kekayaan Seni Pulau Dewata
Kembalinya CustoMAXI ke Bali setelah tujuh tahun disambut dengan karya-karya inovatif. Berbagai peserta mengaplikasikan sistem motorized yang memungkinkan windshield, jok, suspensi, hingga perangkat audio dioperasikan menggunakan stik PlayStation maupun ponsel.
Salah satu karya paling menarik adalah XMAX milik Putu Mona Prabawa Putra, pemenang kelas Super MAXI. Motor tersebut dilengkapi sistem autentikasi sidik jari serta pembaca RFID yang memanfaatkan E-KTP miliknya untuk mengaktifkan motor. Sejumlah komponen juga dapat dioperasikan melalui perintah suara dari smartwatch.
Selain eksplorasi teknologi, karakter seni Bali turut hadir melalui airbrush bertema tarian tradisional, barong, dan berbagai unsur budaya lokal lainnya. Hal ini menjadikan seri Bali kaya akan perpaduan inovasi dan ekspresi seni.

















