Menyuguhkan pPngalaman Berkendara yang Lebih Halus dan Responsif
Dengan kemampuan efisiensi mekanis mencapai 98,5%, sistem ini memastikan bahwa tenaga dari mesin dan motor listrik langsung tersalurkan untuk menggerakkan roda dengan meminimalkan kehilangan energi.
.Lebih lanjut, sistem DHT juga memanfaatkan transmisi hybrid satu gigi (1DHT) yang responsif untuk mendukung mode Pure EV pada kecepatan rendah, serta menjamin perpindahan yang halus ke mode hybrid saat membutuhkan tenaga ekstra untuk berakselerasi.
Adapun tujuan utama dari pengembangan transmisi DHT adalah untuk memaksimalkan efisiensi konsumsi bahan bakar, menekan emisi gas buang, sekaligus menyuguhkan pengalaman berkendara yang lebih halus dan responsif.
Tidak hanya berfokus pada optimalisasi efisiensi energi dan bahan bakar, Chery juga menempatkan kenyamanan berkendara sebagai prioritas yang dibuktikan lewat implementasi teknologi Dual Hydraulic Mount. Fitur canggih ini secara efektif berkontribusi dalam menciptakan sensasi berkendara premium dengan mereduksi getaran hingga 30 persen, bahkan saat berakselerasi cepat. Hasilnya adalah ruang kabin yang lebih tenang dan stabil, sebuah nilai tambah yang jarang ditemukan pada kendaraan hybrid konvensional.
Baca juga: Chery Membawa Lini Produk Terbaiknya dan Tawarkan Beragam Program Menarik di GJAW
Selain itu, teknologi Double Mass Flywheel (DMF) turut diimplementasikan untuk semakin menyempurnakan kualitas pengalaman berkendara. Komponen ini berfungsi mengurangi beban torsi yang berfluktuasi dari mesin dan secara efektif meredam getaran yang ditransmisikan ke drivetrain.
Bersama sistem redaman lainnya, DMF berperan penting dalam mengurangi beban mesin dan menghilangkan suara-suara kasar (reduce load and eliminate noise), menjadikan kabin TIGGO 8 CSH semakin senyap dan nyaman bahkan dalam kondisi akselerasi atau kecepatan tinggi.
Dilengkapi Baterai 18,3 kWh yang Tergolong Besar di Segmennya
Melengkapi rangkaian keunggulan teknologi CSH, mesin ACTECO H4J15 racikan Chery juga dirancang khusus untuk model hybrid dengan efisiensi termal mencapai 44,5 persen. Guna menopang mobilitas jarak jauh dengan fleksibilitas maksimal, teknologi CSH juga dilengkapi baterai 18,3 kWh yang tergolong besar di segmennya.

Kapasitas baterai ini memungkinkan kendaraan melaju sejauh 90 hingga 100 Km dalam mode Pure EV, memberikan pengalaman serupa dengan mengendarai mobil listrik sepenuhnya. Kemampuan tersebut menawarkan fleksibilitas untuk berkendara harian bebas emisi, tanpa mengorbankan kemampuan jelajah jarak jauh berkat dukungan mesin ICE yang efisien.
Baca juga: Chery J6 SUV Offroad Listrik Pertama di Indonesia Ada di GJAW 2024
Konsep “EV+ICE Challenge” bukan sekadar tantangan teknis, melainkan juga filosofi yang mendasari seluruh proses pengembangan CSH. Teknologi tersebut merupakan wujud komitmen Chery dalam menghadirkan inovasi terdepan. Solusi ini secara komprehensif menjawab ekspektasi konsumen modern yang menginginkan efisiensi, performa, dan kenyamanan dalam satu kendaraan.
Secara nyata menawarkan sebuah paket lengkap bagi yang mendambakan kelebihan dari kekuatan dan daya tahan mesin konvensional, serta kehalusan dan keramahan lingkungan motor listrik. Melalui pendekatan holistik ini, CSH siap menjawab tantangan elektrifikasi, sekaligus memimpin evolusi berkendara menuju masa depan yang lebih cerdas dan berkelanjutan. (CSI/AB)




















