Lokalisasi Manufaktur dengan Indonesia sebagai Salah Satu Pasar Utama
Strategi lokalisasi manufaktur Geely terus menunjukkan kemajuan yang signifikan. Fasilitas Geely di Indonesia telah memulai perakitan massal Geely Starray EM-i, yang akan segera diikuti oleh perakitan lokal Geely EX5 dan Geely EX2.
Ketiga model tersebut menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40%, mempertegas komitmen Geely dalam mengembangkan ekosistem manufaktur NEV di tingkat regional.
Di tingkat global, fasilitas BAMC di Mesir resmi beroperasi dan memproduksi Coolray dan Emgrand, dua model global dengan penjualan kumulatif jutaan unit. Di Kazakhstan, Geely mempercepat produksi lokal untuk model NEV dan ICE, menjadikannya pasar pertama dengan dua distributor, dua fasilitas produksi, dan dua jalur energi.
Selain itu, kemitraan strategis Geely dengan Renault di Brasil telah resmi berjalan, dengan rencana produksi lokal Geely Starray EM-i pada paruh kedua 2026.

Baca juga: LEPAS L8 Kendaraan NEV Hadirkan Ketenangan Berkendara di Musim Hujan
Kepemimpinan ESG sebagai Standar Global
Kepemimpinan Geely Auto di bidang environment, social, dan governance (ESG) kembali memperoleh pengakuan global pada 2025. Perusahaan menempati peringkat pertama dalam China ESG Listed Companies Yangtze River Delta Pioneer 100, memimpin sektor otomotif Tiongkok dalam ESG Pioneer 100 selama tiga tahun berturut-turut, meraih penilaian ‘excellent’ untuk kepemimpinan dual-carbon dari Caijing selama tiga tahun, serta kembali masuk dalam Hang Seng Corporate Sustainability Index untuk tahun kedua.
Secara internasional, Geely Auto memperoleh peringkat AA dari MSCI ESG dan menempati peringkat teratas di antara produsen otomotif Tiongkok dalam penilaian ISS ESG. (GI/AB)



















