Saat sedang merantau di Palembang pada tahun 2012, terbersit keinginannya ingin sekali memiliki motor sport. Pilihannya jatuh pada CBR 250R ABS, dan dia pun memiliki motor sport kelas 250 cc yang pertama kali dilengkapi teknologi ABS (Antilock Braking System) ini, kemudian dia juga memutuskan untuk bergabung dengan PCC.
Sebagai perantau yang berada di Palembang, dia menyampaikan kesan dan pendapatnya seputar komunitas bikers, khususnya sejak tergabung didalam PCC. “Bagi saya, keluarga besar PCC sudah seperti keluarga baru. Dimana kami bisa saling bantu dan berbagi pengalaman, apalagi saya yang waktu itu masih newbie di dunia komunitas motor. Jadi punya network untuk segala hal, tempat belajar berorganisasi dan belajar mendalami seluk beluk perilaku manusia,” ujarnya.

Baca juga : New Honda CBR250RR Bikin Penasaran Komunitas CBR
Dia pun berharap bisa menjadi orang yang berguna baik di komunitas maupun masyarakat luas. Menjadikan PCC sebagai wadah belajar berorganisasi dan jalin persaudaraan yang tidak hanya sebatas anggota dengan kendaraannya, namun dapat lebih luas lagi. “Mempertahankan network dari organisasi dengan berlandaskan kekeluargaan dan kejujuran,” harapnya.
Bagi Bro Sayed, safety riding suatu hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi karena harus diterapkan dimanapun ketika berkendara. “Coba benturkan kepalamu atau adu dengan beton cor, jika beton cor pecah dan kepalamu baik-baik saja, maka jual saja helmmu. Karena semahal, secanggih apapun motormu, masih kalah dengan kehilangan orang yang kamu cintai, karena kamu anggap helm itu nggak perlu dipakai walau hanya mau ke mini market terdekat. Ingat, musibah datang nggak pakai kirim undangan!” tutup Bro Sayed.

















