AlanBIKERS.com – Robokop Riders lakukan Sunday Morning Ride (Sunmori) menuju Jembatan Mendu, Jatirangga, Bekasi untuk menikmati suasana alam dan jajanan khas, yakni Tape Uli.

Meski hanya diikuti oleh 6 member saja, kegiatan riding Minggu pagi yang dilakukan Robokop Riders berlangsung seru dan penuh ceria. Menurut Sist Fetty, Koordinator Lapangan (Korlap) Robokop mengatakan bahwa kegiatan ini sifatnya dadakan tanpa skenario. “Kita kepingin ngegas tipis ke tujuan terdekat, makanya kita menuju Jembatan Mendu yang ada di Jatirangga, Bekasi,” terangnya.

Keenam anggotanya tersebut adalah Sist Fetty, Sist Visca, Sist Andrini, Bro Ubay, Bro Trust dan Bro Jawa. Riding dimulai dengan tikum di depan perumahan Sakura Regency 2 Bojong Kulur pada pukul 8.00 wib. Dilanjutkan dengan perjalanan menuju Jembatan Mendu yang membutuhkan waktu perjalanan selama 15 menit dari tempat tikum.

Sepanjang jalan raya Bojong Kulur – Ciangsana, trek yang disusuri masih jalan aspal dan beton. Namun, ketika 100 meter hendak memasuki lokasi, rombongan disuguhi trek off road, yaitu tanah dan bebatuan serta ilalang tinggi di kiri kanannya. Untuk melalui rute ini, rombongan mesti ekstra hati-hati dikarenakan tanah masih basah dan licin akibat hujan yang turun sehari sebelumnya.

Jembatan Mendu adalah alat penyemberangan yang terbuat dari batang bambu Gajah. Jembatan ini punya histori yang menarik. Dibuat oleh Mendu sekitar 100 tahun yang lalu. Makanya, kemudian jembatan ini dinamakan Mendu untuk mengenang pembuatnya. Jembatan yang berada di perbatasan Bekasi dengan Bogor ini dibangun diatas sungai Cikeas.

Dua tahun lalu, Pemerintah meremajakan jembatan bambu dengan membangun jembatan baru yang menggunakan bahan tiang-tiang besi beralaskan aspal. Jembatan bersejarah tersebut memang sudah tidak layak untuk dipakai sebagai alat penyeberangan. Setiap Sabtu dan Minggu, lokasi ini banyak dikunjungi oleh warga atau wisatawan lokal.

Para pengunjung mengunjungi Jembatan Mendu kebanyakan para pehobi atau pegowes sepeda. Mereka datang tidak hanya untuk menikmati sejuknya alam dan berswafoto, tapi juga menikmati jajanan khas yakni Tape Uli yang memang sudah dijual di warung-warung yang dikelola oleh keluarga Mendu, diantaranya cucu dan cicit Mendu dari beberapa generasi.

“Tapenya manis, Ulinya juga enak dan legit. Ada juga Lepet dan Bajigur yang juga jadi minuman khas dari tempat ini. Harga jajanannya juga terjangkau kok,” tutup Sist Fetty dan Sist Andrini kompak sambil melahap aneka jajanan khas Jembatan Mendu. Mantul! (TR/AB)














