AlanBIKERS – Seiring dengan pertumbuhan positif di industri otomotif, Adira Finance membukukan pembiayaan baru sebesar Rp35,1 triliun sepanjang sembilan bulan tahun 2026, meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini didukung oleh peningkatan pembiayaan di seluruh segmen baik otomotif maupun non otomotif.
Pada akhir September 2026, piutang pembiayaan yang dikelola Perusahaan mencapai Rp65,8 triliun, meningkat 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk mendukung pengembangan bisnis, Adira Finance terus mengoptimalkan jaringan usaha yang kini mencapai 847 kantor cabang dan kantor satelit di seluruh Indonesia.
Baca juga: Grand Final CustoMAXI 2026 akan Digelar di IMOS, Intip Para Finalisnya!
Selain mencatatkan pertumbuhan bisnis, Adira Finance juga melanjutkan penguatan operasional pascamerger dengan Mandala Finance. Pada Oktober 2026, Perusahaan memasuki tahap Operational Day 1 (OD1), yang menandai penyatuan operasional kedua perusahaan.
Integrasi ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan jaringan dan kapabilitas bisnis, meningkatkan kualitas layanan, serta membuka peluang pertumbuhan pembiayaan yang lebih luas.
“Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas pembiayaan. Di saat yang sama, integrasi operasional pascamerger menjadi momentum penting bagi Adira Finance untuk meningkatkan produktivitas jaringan, mengoptimalkan sinergi dengan Bank Danamon dan MUFG Group, serta memperkuat daya saing Perusahaan ke depan,” ujar Dewa Made Susila, Direktur Utama Adira Finance.
Baca juga: Perdana! Yamalube Pro Expedition Jelajah Indahnya Panorama Ranah Minang
Adira Finance Catat Pertumbuhan Laba dan Kualitas Aset yang Terjaga di 9M26
Dari sisi keuangan, Adira Finance membukukan total pendapatan sebesar Rp9,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, total beban relatif stabil di kisaran Rp7,6 triliun, antara lain didukung oleh penurunan beban bunga dan beban penyisihan kerugian penurunan nilai masing-masing sebesar 14% dan 10% (yoy). Dengan pertumbuhan pendapatan dan beban yang tetap terkendali, laba bersih Perusahaan meningkat 56% menjadi Rp1,6 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan kinerja keuangan, kualitas aset Perusahaan juga menunjukkan perbaikan. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross konsolidasian tercatat sebesar 1,8% pada September 2026, membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,1%. Ke depan, Perusahaan akan terus menjaga kualitas pembiayaan melalui penerapan proses underwriting yang prudent serta penguatan aktivitas monitoring dan collection.
Baca juga: IMOS 2026 akan Digelar pada 20 – 29 November di ICE BSD City, Jadi Surganya Bikers
Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa menyampaikan bahwa ke depan, Perusahaan akan terus menjaga profitabilitas melalui pertumbuhan pembiayaan yang sehat, diversifikasi sumber pendanaan, serta peningkatan efisiensi operasional.
Di tengah dinamika suku bunga dan tekanan daya beli masyarakat, Perusahaan akan terus mencermati perkembangan kondisi pasar dan menyesuaikan strategi bisnis secara terukur untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan. (AF/AB)


















