AlanBIKERS – Gelaran terakhir ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 berlangsung di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Minggu (7/12). Astra Honda Racing Team (AHRT) membawa pulang dua gelar, yaitu untuk kategori pebalap dan tim di kelas Asia Production (AP) 250cc, melalui dua pebalap mereka, Fadillah Arbi Aditama dan Davino Britani.
Fadillah Arbi Aditama yang di race pertama sehari sebelumnya, Sabtu (6/12) sudah mengunci gelar juara Asia Production (AP) 250cc, kembali menunjukkan dominasi dan finis di posisi ketiga, dan rekan satu timnya, Davino Britani, finis di posisi keenam.

Baca juga: Pebalap AHRT Melesat Kencang Kuasai Podium Kelas National Supersport600
Di kelas Supersports (SS) 600cc, Muhammad Adenanta Putra terjatuh saat balapan dan finis di posisi ke-16, sementara Herjun Atna Firdaus finis ke-7. Rheza Danica Ahrens tidak turun pada balapan terakhir musim ini karena cedera setelah terjatuh pada balapan pertama pada Sabtu (6/12).
Di kelas Asia Superbike (ASB) 1000cc, Andi Farid Izdihar menjalani balapan terakhirnya bersama Astra Honda Racing Team dan finis di posisi keenam klasemen akhir ASB1000 dengan 103 poin.
Baca juga: Pebalap AHRT Raih Tiga Podium ARRC Malaysia Berkat Ketangguhan CBR Series
Pada race kedua Minggu (7/12), Arbi balapan dengan menggenggam gelar juara AP250 musim ini. Selama 10 lap balapan, Arbi menunjukkan dominasi dengan konsisten berada di depan. Persaingan Arbi dengan dua pebalap lain memanas pada lap-lap terakhir.

Arbi sedikit memaksa di tikungan terakhir sehingga keluar lintasan, dan akhirnya finis di posisi ketiga. Ini merupakan podium ke-8 Arbi dari 12 kali turun balapan musim ini, dan Davino finis di posisi keenam.
“Saya menjalani race kedua dengan lebih enjoy dan tanpa beban karena gelar juara sudah dikunci kemarin. Selepas start, semuanya berjalan mulus. Tetapi, di tikungan terakhir, saya ada sedikit kesalahan ketika saya paksakan rebah, tetapi bukan di line yang seharusnya. Akhirnya saya membalap dengan aman agar tidak jatuh dan finis di posisi ketiga. Balapan yang luar biasa. Terima kasih Astra Honda yang menyiapkan motor dengan sangat baik dan membuat saya jadi juara Asia. Terima kasih atas dukungan dari pencinta balap Indonesia. Gelar ini menjadi motivasi saya untuk terus meraih prestasi di masa depan,” ujar Arbi.
Baca juga: Pebalap AHRT Dominasi Podium 600cc di MRS 2025 Bersama CBR600RR
Tiga pebalap bersaing untuk memperebutkan gelar juara SS600, termasuk Adenanta. Start dari posisi ke-6, Adenanta masuk ke posisi tiga besar pada akhir lap keempat. Pebalap 21 tahun ini sempat memimpin, tetapi tak bertahan lama.

Pada pertengahan balapan, dia sempat tergeser ke posisi keenam dan harus berjuang keras mengejar tiga pebalap di depan yang mulai memisahkan diri. Pelan tapi pasti, grup terdepan mulai terkejar.
Pada lap terakhir, Adenanta kembali memimpin balapan. Namun, insiden kembali terjadi, Adenanta terjatuh. Wakil AHRT tersebut bisa bangkit dan menyelesaikan balapan, tetapi gelar juara SS600 musim ini tak bisa lagi diraih. Herjun finis di posisi ke-7.
Baca juga: Pebalap AHRT Tampil Kompetitif di Semua Kelas Puncaki Klasemen ARRC
Pada balapan ASB1000 terakhir musim ini Andi start dari posisi keempat. Setelah 13 lap berjalan, Andi akhirnya menyelesaikan balapan dengan finis di posisi ke-6. Bersama AHRT musim ini, Andi turun di 10 balapan, dengan hasil terbaik finis di posisi kedua pada balapan pertama putaran keenam di Buriram, Sabtu kemarin.
Arbi yang tampil dominan sepanjang musim, memenangi enam dari 12 balapan AP250 dan keluar sebagai juara Asia dengan koleksi 212 poin, 49 angka lebih banyak dari pesaing terdekat. Davino berada di posisi ke-9 dengan 55 poin.
Adenanta kembali gagal mendapatkan poin pada balapan kedua di Thailand. Dia menutup musim ini dengan berada di peringkat ketiga klasemen akhir SS600 dengan raihan 152 poin. Herjun dan Rheza masing-masing berada di peringkat ke-8 (100 poin) dan ke-15 (38 poin). (AHRT/AB)

















