AlanBIKERS.com – Forum Wartawan Otomotif (Forwot) menggelar acara diskusi seputar otomotif dengan tagline ‘Diskusi Otomotif Terkini’ atau ‘Diskotik’ secara virtual, Rabu (16/2). Dalam kesempatan ini tema yang diusung adalah ‘Excellent Lubricants for Excellent Performance’ bekerja sama dengan Pertamina Lubricants sebagai narasumbernya.

Diskotik Forwot kali ini membahas seputar pelumas untuk kendaraan roda dua dan, salah satunya adalah jenis oli yang dibagi dalam dua kategori, yaitu oli mineral dan oli sintetik. Menurut Area Sales Manager, PT Pertamina Lubricants Rizal Wahyu Abdillah, kedua jenis oli tersebut digolongkan berdasarkan pada base oil sebagai bahan utama pembuat pelumas.

Oli mineral menurut Rizal, dibuat menggunakan base oil yang berasal dari minyak bumi, sedangkan oli sintetik menggunakan base oil yang terbuat dari bahan bahan kimia. Setelah itu kedua jenis oli tersebut ditambahkan sejumlah aditif agar oli dapat menjalankan beberapa fungsi penting lainnya, selain fungsi utamanya sebagai pelumas pada mesin kendaraan.
Baca juga : Team Suzuki Ecstar Pakai Suzuki Nex II dan Nex Crossover di Paddock Sirkuit Mandalika

Fungsi oli sangat penting dalam menjaga keawetan mesin dan sangat berpengaruh terhadap performa kendaraan. Diantara fungsi oli adalah sebagai pendingin mesin dengan cara mengurangi gesekan antar logam yang bersinggungan dengan lapisan film yang licin. Oli juga berfungsi sebagai zat antioksidan untuk mencegah terjadinya korosi.
“Sesuai dengan namanya, zat antioksidan dalam pelumas untuk mencegah terjadinya oksidasi di dalam mesin yang bersifat asam yang bersifat korosif,” jelas Rizal.
Baca juga : PT Pertamina Lubricants Luncurkan Enduro Limited Edition Pertamina Mandalika

Oli juga mengandung zat aditif deterjen yang berfungsi sebagai pembersih, dengan cara mencegah kotoran yang ikut bersirkulasi dengan oli melekat pada bagian dalam mesin yang dapat menyebabkan performa oli cepat menurun.
Keunggulan Oli Sintetik
Rizal mengatakan bahwa oli sintetik umumnya memiliki sifat yang unggul dibandingkan dengan oli mineral. “Dengan pemakaian yang sesuai dengan spesifikasi mesin, oli sintetik akan jauh lebih awet karena memiliki sifat yang tidak mudah menguap pada suhu tinggi,” ujarnya.

Oleh karena itu pada mesin-mesin modern dengan prforma tinggi, sangat dianjurkan menggunakan oli sintetik. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh oli sintetik, membuat harga jual oli jenis ini relatif lebih mahal dibandingkan dengan oli mineral dengan SAE dan API Service yang sama.
Waspada Pelumas ‘KW’ !
Melalui Diskotik Forwot ini Rizal juga mengingatkan konsumen agar berhati-hati dalam memilih pelumas, karena saat ini masih ada saja orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan memasarkan pelumas-pelumas yang kualitasnya tidak jelas.

Menurutnya, para pelaku menggunakan oli bekas yang kemudian di saring kemudian dimasukkan ke dalam kemasan asli untuk dijual dengan harga miring. Ada juga yang menggunakan modus lain berupa mengemas produk oli berkualitas rendah ke dalam botol oli berkualitas premium untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.
Untuk mencegah agar konsumen tidak tertipu oleh produk pelumas palsu tersebut, Rizal memberikan beberapa ciri khas untuk mengetahui produk asli Pertamina, yaitu adanya triple layer agar kemasan tidak mudah bocor, serta memastikan kualitas tetap terjaga.

Kemudian adanya nomor batch pada botol kemasan, sebagai penanda produksi. Lalu pengaman UV, berupa tanda logo Pertamina yang akan terlihat saat disinari oleh cahaya UV, ditambah dengan adanya hologram pada tutup kemasan serta QR code.
“QR Code juga disebut sebagai kode unik yang tidak akan sama di tiap-tiap kemasannya. Bila ada satu saja yang sama, Anda harus curiga karena dalam satu kardus pun tidak boleh ada yang sama,” lanjutnya.
Bila ada yang sama, itu berarti hanya yang ‘difoto copi’ untuk ditempel pada kemasan untuk memberikan kesan seolah-olah itu adalah produk asli.

















