Uji Ketahanan Korosi dengan Metode Salt Spray Test (SST)
Proses pembuatan rangka Yamaha terdiri dari tiga tahap yaitu pembentukan, pengelasan, pengecatan CED (Cathodic Electro Deposition). Guna memastikan kualitas rangka Yamaha, dilakukan pengujian internal secara berkala sesuai standar Yamaha (hanya untuk unit yang masih diproduksi oleh YIMM).
Jenis pengujiannya yaitu uji bensin, uji asam, uji minyak rem, uji ketahanan korosi dengan metode Salt Spray Test (SST) dan memastikan ketahanan dengan menjalankan uji daya tahan puluhan ribu kilometer.
Baca juga : Produk Yamaha Segmen Sport dan Moped Raih Penghargaan Ajang Otomotif Award 2023
Selain memperhatikan kualitas rangka, Yamaha juga memberikan garansi rangka dan body part selama 1 tahun atau 12.000 km (tergantung mana yang tercapai lebih dulu). Garansi dapat diklaim oleh konsumen di dealer-dealer resmi Yamaha dimana Service Advisor akan melakukan pengecekan motor. Yamaha akan mengganti rangka motor secara gratis jika kerusakan bagian tersebut bukan disebabkan oleh konsumen.
”Dari aktivitas factory visit Yamaha, saya bisa mengetahui proses produksi motor Yamaha. Proses pada tiap line produksi dikontrol secara ketat sampai menjadi bentuk motor utuh, sehingga meminimalisir atau mencegah terjadinya missed production. Dengan kontrol produksi yang ketat, dapat mencegah kemungkinan terjadinya keluhan dari konsumen,” ujar Nazar, salah seorang peserta media.
Ditambahkannya, tahapan proses produksi yang ketat menghasilkan produk yang bagus. Dari acara factory visit Yamaha ini juga bisa melihat rangka motor Yamaha yang tebal, pengelasan dilakukan rapi pada bagian-bagian yang menjadi tumpuan beban sehingga lebih kokoh. (YIMM/AB)


















