Etape 2 : Merapah Bumi Rafflesia
Dari Sumatera Utara, perjalanan berlanjut menuju Bengkulu dengan mengeksplorasi karakter alam yang sangat beragam, mulai dari kawasan dataran tinggi hingga pesisir. Sungai Trokon, Pantai Sungai Suci, serta hamparan Kebun Teh Kepahiang menjadi beberapa destinasi alam yang disambangi selama perjalanan.
Eksplorasi juga membawa peserta menelusuri sisi historis Bengkulu melalui kunjungan ke Rumah Fatmawati dan Rumah Pengasingan Bung Karno, dua landmark bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan kemerdekaan Indonesia. Kombinasi rute pegunungan, pesisir, alam, dan sejarah tersebut memberikan warna tersendiri pada etape kedua MTBN.
Etape 3 : Pengembaraan di Gerbang Pulau Sumatera
Perjalanan kemudian bergerak menuju Lampung, dengan menyusuri keindahan Lampung Selatan yang menawarkan panorama pesisir berpasir putih dengan latar Gunung Rajabasa yang ikonik. Eksplorasi kemudian berlanjut menuju Pulau Pahawang, tempat peserta menikmati kekayaan bawah laut melalui aktivitas snorkeling untuk melihat langsung Taman Nemo.
Tidak hanya berwisata, perjalanan ini turut membawa misi kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan CSR penanaman mangrove bersama komunitas Journalist MAX Community (JMC) sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Baca juga: Sukses Besar! Yamaha Cup Race di Padang Disaksikan Lebih Dari 5 Ribu Pengunjung
Etape 4 : Harmoni Alam dan Budaya Tatar Sunda
Memasuki Pulau Jawa, rombongan MTBN menyusuri Tatar Sunda, Jawa Barat, melalui Bandung, Garut, Tasikmalaya, Majalengka hingga Cirebon. Jalur Cijapati yang berkelok, Kampung Naga dengan kekayaan budaya Sundanya, hamparan terasering Panyaweuyan dan Ciboer Pass, hingga Keraton Kasepuhan menjadi bagian dari perjalanan. Perpaduan jalur pegunungan, pedesaan, dan perkotaan membuat etape Jawa Barat menjadi salah satu rute dengan karakter perjalanan yang cukup komplet.
Etape 5 : Susur Jalur Selatan Menuju Teluk Pacitan
Eksplorasi Pulau Jawa kemudian berlanjut dari Yogyakarta menuju Pacitan, Jawa Timur, melalui karakter jalan yang berubah dari kawasan perkotaan dan pedesaan menuju perbukitan serta pesisir selatan.
Baca juga: Pembalap Yamaha Racing Indonesia Raih Podiun di R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship
Setibanya di Pacitan, peserta mengunjungi sejumlah destinasi unggulan seperti Pantai Srau dan Tanjung Klayar, sebelum menikmati pengalaman berbeda dengan menyusuri Sungai Maron menggunakan kapal nelayan. Lanskap tebing, perbukitan karst, pantai, serta jalur pesisir selatan menjadikan perjalanan menuju Pacitan salah satu eksplorasi alam yang menarik dalam rangkaian MTBN.
Etape 6 : Dari Kaldera Batur hingga Pesisir Amed
Dari Pulau Jawa, MTBN kemudian menyeberang menuju Bali untuk mengeksplorasi beragam lanskap Pulau Dewata, mulai dari kawasan pegunungan hingga pesisir. Perjalanan membawa peserta menuju Kintamani dan Danau Batur, sebelum eksplorasi dilanjutkan dari darat ke perairan dengan menaiki kapal tradisional Songan untuk menyusuri danau yang berada di kawasan kaldera Gunung Batur tersebut.
Rombongan kemudian bergerak menuju Pantai Amed di Bali Timur, menikmati jalur pesisir dengan panorama laut dan karakter alam yang berbeda dari kawasan pegunungan Kintamani.















