OYIKA Siap Hadir di Indonesia Beri Solusi Turunkan Hambatan Adopsi E-motorbike

AlanBIKERS.com – Hidrokarbon yang dikeluarkan oleh kendaraan roda dua telah dikaitkan dengan pemanasan global, dan telah diduga bersifat karsinogenik pula, membahayakan kesehatan manusia. Situasi dunia saat ini menunjukan adanya urgensi yang tinggi untuk beralih ke kendaraan yang lebih ramah terhadap lingkungan dan tidak membahayakan kesehatan manusia.

Kendaraan listrik adalah jawabannya dan kini OYIKA memiliki solusi untuk menurunkan hambatan adopsi sepeda motor listrik (e-motorbike). OYIKA adalah sebuah perusahaan asal Singapura yang menerapkan konsep berbagi baterai untuk sepeda motor listrik di 2018.

OYIKA datang ke Indonesia pada tahun 2020 dibawah naungan PT. Oyika Powered Solutions yang dipimpin oleh Larry Lim sebagai Presiden Direktur. Dengan konsep berbagi baterai, OYIKA memperbolehkan pengendara sepeda motor listrik untuk menukar baterainya yang hampir habis dengan baterai yang terisi penuh di stasiun pertukaran (swap stations).

Jadi, sebagai ganti dari mengisi bensin di SPBU ketika kendaraan mulai kehabisan bahan bakar, pengendara kini bisa mengisi ulang menggunakan tenaga yang sudah tersimpan dan siap dipakai. Sistem berbagi baterai ini bisa menggantikan bensin. Biayanya pun menjadi lebih murah.

Mengapa memerlukan konsep berbagi baterai? Selama ini berbagai kecemasan pada jarak tempuh kendaraan listrik, degradasi baterai, dan harga uang muka pembelian baterai yang tinggi telah menjadi penghambat untuk adopsi kendaraan listrik. OYIKA memberi solusi dari berbagai pemasalahan tersebut.

Sepeda motor mewakili lebih dari 85% dari total populasi kendaraan Indonesia. Dengan demikian, pengenalan sepeda motor listrik adalah cara tercepat untuk mengurangi total emisi kendaraan.

Bertentangan dengan keyakinan umum, sepeda motor listrik bisa menjadi lebih murah dibandingkan dengan sepeda motor tradisional yang menggunakan mesin pembakaran internal jika konsep berbagi baterai diperkenalkan.

Hal itu dikarenakan pengendara tidak perlu menanggung biaya dimuka untuk baterai sepeda motor listrik, yang bisa menjadi 50% atau lebih dari total biaya kendaraan listrik. Maka, tanpa subsidi pemerintah pun, sepeda motor listrik menjadi lebih murah, dan bahkan bisa bersaing dengan sistem BBM bersubsidi seperti yang diterapkan di Indonesia.

OYIKA berkerjasama dengan beberapa merek sepeda motor listrik terkemuka buatan lokal, mengubah sepeda motor mereka menjadi sepeda motor listrik pintar. Hal itu dicapai melalui penggambungan dengan baterai pintar portabel OYIKA, jaringan stasiun pengisian daya, serta aplikasi seluler. Dengan demikian, OYIKA ikut serta mempromosikan industri sepeda motor listrik buatan negara dan juga merek-merek lokal yang menjadi mitranya.

OYIKA Tawarkan Paket Langganan

OYIKA menawarkan konsep berbagi baterai tanpa kontrak, tanpa uang muka, dan tanpa deposit yang dibundel dengan sepeda motor listrik dari para mitranya, dengan basis pembayaran sesuai penggunaan per trip untuk perjalanan singkat, dan per minggu untuk para pengendara jasa pengantaran.

Hal tersebut mirip dengan paket telepon seluler prabayar, namun dengan telepon seluler yang telah tersedia untuk digunakan. OYIKA juga menawarkan paket langganan bulanan untuk individu dan perusahaan, seperti paket langganan ponsel pasca bayar.

“Kami telah melakukan uji coba sepeda motor listrik dan penggantian baterai sejak bulan Juli 2020 dan juga telah memasang beberapa stasiun pertukaran (swap stations) di toko swalayan Alfamart sejak bulan September. Ada 11 swap stations yang disebarkan di Jakarta untuk uji coba tahap awal. Rencananya kami akan memasang 1000 swap stations di Jakarta pada tahun 2021,” ujar Larry Lim, Presiden Direktur OYIKA Indonesia.

Larry memanbahkan, saat ini juga baterai OYIKA sedang dirakit di Indonesia. Ini adalah bagian dari strateginya untuk merakit baterai berkemampuan IoT (Internet untuk Segala) pintar di Indonesia secara lokal bahkan dari batch pertama. “Sel-sel baterai OYIKA berasal dari Murata Jepang dengan kualitas yang sangat bagus.”, tambahnya.

OYIKA menargetkan konsep berbagi baterai ini atau terkadang disebut sebagai battery-asa-service (BaaS), tidak hanya untuk diterapkan di kota-kota besar di Indonesia, tetapi juga ke pelosok pedesaan di Indonesia secepatnya.

Masyarakat pedesaan juga bisa memilih untuk mengoperasikan swap stations OYIKA sendiri dan OYIKA akan menetapkan biaya untuk memulai bisnis ini menjadi terjangkau. Tidak semua orang mampu memiliki pom bensin, namun siapapun bisa mendapatkan kesempatan untuk mengoperasikan swap stations melalui OYIKA. (RLS/AB)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.