Keris Bali Disakralkan yang Diwariskan Secara Turun-Temurun
Keris Bali memang disakralkan dan biasanya merupakan benda pusaka yang diwariskan secara turun-temurun dalam satu keluarga. Keris memiliki makna ritual dan filosofis yang mendalam. Keris terbuat dari besi, baja dan nikel. Besi dan baja melambangkan “Ibu Pertiwi” (Ibu Pertiwi), sedangkan nikel melambangkan “Bapak Angkasa” (Bapak Langit).

Keris merupakan gambaran alam itu sendiri dan diyakini memiliki energi alam. Semua bahannya berasal dari alam, dan dalam proses pembuatan keris pun banyak unsur alam yang dilibatkan. Keris hadir dalam berbagai bentuk, ada yang lurus dan ada yang melengkung (berluk), yang menyerupai liku-liku kehidupan, tahapan kehidupan, dan perjalanan hidup, dimana manusia menjalani kehidupannya hingga kembali kepada Tuhan.
“Saya secara khusus ingin berterima kasih kepada Royal Enfield yang telah mendukung misi kami untuk terus mengeksplorasi dan menciptakan arsip visual alam, budaya, dan kearifan lokal Indonesia. Saya sangat berharap arsip visual ini dapat bermanfaat bagi generasi mendatang, sebagai dorongan untuk terus menghargai, mengembangkan, dan melestarikan budaya Indonesia,” tambah Bonfilio.
“Bonfilio benar-benar mewujudkan spirit dari “#LeaveEveryPlaceBetter dalam perjalanannya melestarikan warisan budaya Indonesia melalui dokumentasi, termasuk kisah Keris Bali. Bersama-sama, kita dapat menyebarkan dan meningkatkan kesadaran tentang warisan Indonesia yang indah dan tak ternilai harganya,” tutup Anuj Dua. (REI/AB)


















