AlanBIKERS.com – Memiliki usia panjang adalah dambaan setiap mahluk, terlebih manusia. Bahkan ada kalimat angan-angan yang sering terucap bahwa banyak manusia yang “ingin hidup seribu tahun lagi..”. Nah, untuk mendapatkan perpanjang usia, banyak hal dilakukan, salah satunya adalah menjaga kesehatan serta tetap segar dan semangat.
Ada cara yang dilakukan untuk memperpanjang usia, salah satunya adalah dengan menyalurkan hobi. Dan inilah yang kerap dilakukan oleh Robokop Riders, kumpulan pemotor yang mengaku rombongan orang-orang tua koplak yang punya hobi turing motor dan selfie. Sudah beberapa kali kumpulan pemotor yang alumnus SMPN 198 Jakarta ini melakukan turing. Entah itu melakukan perjalan jauh atau hanya sekedar ngegas tipis ke tujuan terdekat.

Belum lama ini, tepatnya pada 28 September 2019 lalu, meski cuma diikuti oleh 5 anggotanya saja, yakni Herwi, Ubay, Fetoy, Uhuy dan Tika telah melampiaskan hobi turing mereka dengan menyambangi Panorama Pabangbon, Bogor, Jawa Barat.
Ngopi, makan, makan dan makan serta diselingi canda tawa adalah kebiasaan riders Robokop jika sedang berkumpul sebelum melakukan perjalanan turing. Seperti pada hari Sabtu (21/9), lima anggota Robokop menjalani turing tujuan Pabangbon dengan mengambil tikum di Warteg Kharisma Bahari di bilangan Komsen, Jatiasih. Namanya juga kumpulan orang-orang koplak, mereka pun melampiaskan hobi makannya untuk sarapan di warung nasi tersebut.

Usai di Komsen, perjalanan menuju Pabangbon pun dimulai. Namun, belum juga jauh dari wilayah komsen, rombongan sudah menghentikan laju motor mereka untuk mampi di Taman Hero, Kota Wisata. Ya itu tadi, Robokop Riders adalah kumpulan orang tua koplak yang hobi becanda, makan, ngopi dan selfi. Di taman ini mereka berhenti untuk sekedar ngopi dan selfi.
“Ya inilah kami, semangat orang-orang yang lebih dari dewasa demi melampiaskan hobi turing motor dan selfie. Ini semua untuk menghilang stress dan melupakan rasa capek usai mencari nafkah selama sepekan. Kami sering kumpul bareng atau turing 1 atau 2 kali dalam sebulan,” ungkap Herwi, Ketua Robokop Riders yang mengendarai Yamaha Nmax.

Puas bercanda dan berswafoto di taman Hero Kota Wisata, perjalanan dilanjutkan melalui rute jalan raya alternatif Cibubur – jalan raya Bogor – Warung Jambu – Yasmin – Kampus IPB dan finish di Pabangbon. Sampai di lokasi wisata Panorama Pabangbon bertepatan dengan jam makan siang. Perjalanan yang hanya menghabisi waktu sekitar 2,5 jam sudah cukup membuat perut kelima anggota Robokop keroncongan.
Mengambil teras rumah panggung dengan view hutan yang lebat, tiga cewek anggota Robokop pun menggelar ransum bawaan. Ada jengkol balado yang dibuat Uhuy untuk Sang Ketua yang paling hobi dengan menu nikmat ini. Sedangkan Tika mempersembahkan lauk pendukung lainnya seperti rempeyek dan bawa goreng kekinian. “Bawang goreng ini enak lho, sumpah!” seru Tika berpromosi. Makan bersama di lokasi yang sejuk indah menjadi dambaan anggota Robokop.

Usai mengisi perut, saatnya menikmati Panorama Pabangbon, destinasi wisata alam yang mulai menarik perhatian sejak 3 tahun lalu. Tim Robokop pun langsung mencari sudut-sudut indah untuk lokasi berswafoto. Banyak spot-spot foto yang ditawarkan lokasi wisata alam yang terletak di Leuwiliang Bogor ini.
Dengan membayar tiket masuk seharga 10 ribu rupiah, kita sudah bisa menikmati alam yang indah dan sejuk. Namun untuk bisa berfoto, kita akan dikenakan kocek mulai dari 5 ribu hingga 10 ribu per spot. “Kalau difotoin sama petugas disana kena tambahan 10 ribu. Kecuali sepeda, flying fox dan terjun payung kena biaya 35 ribu sudah plus foto,” terang Fetoy yang sudah dua kali ke Pabangbon.

Namun ketika akan menikmati lokasi Curug Cilameh, para anggota Robokop memulainya dengan menuruni trek, karena lokasi berada di bawah. Sayang, rombongan mengurungkan niat menyambangi curug karena merasa akan berat untuk kembal ke atas karna lokasinya yang curam. “Ini perlu perjuangan keras untuk kembali ke pintu keluar. Kami sudah terlalu lelah untuk menaiki tangga yang curam dan jauh jaraknya ini. Terlebih waktu juga sudah tidak memungkinkan, makanya kami kembali ke atas,” jelas Herwi.
Puas berselfi dengan pemandangan alam pegunungan di Panorama Pabangbon, kelima anggota Robokop yang sudah lelah pun meluncur kembali ke Jakarta. Jelang Magrib, rombongan mampir di Laladon tempat adik Ubay tinggal. Disini sudah tersedia aneka makan malam khas masakan kampung. Sebagai penebus rasa lelah, tanpa ba-bi-bu lagi kelima yang sudah keroncongan langsung melahap semua hidangan yang ada.

“Gue sengaja pesen sama adek gue minta dimasakin menu makanan kampung kayak nasi, ayam goreng, sayur asem, sambel, pete dan lalap lainnya. Pasti semua suka. Liat aja mereka semua kalap sama makanan yang disediain,” kata Ubay, Betawi asli yang punya nama asli Badrulloh ini.
Seharian ngegas tipis ke Pabangbon sudah menjadi obat awet muda yang cukup memuaskan bagi kelima anggota Robokop. “Ini cara kami memperpanjang usia dengan hobi motoran bareng dan selfie. Dengan kegiatan positif ini kami mendapatkan kebahagiaan yang berbeda,” tutup Fetoy selaku Korlap Robokop Riders. (TR/AB)















