AlanBIKERS – Saat VinFast meresmikan pabriknya di Subang, Jawa Barat, Senin (15/12) lalu ada yang menarik perhatian, dimana VinFast mengonfirmasi bahwa fasilitas di Subang akan mulai memproduksi sepeda motor listrik (e-scooters) tahun depan. Ini bukan sekadar peluncuran produk atau agenda pemasaran. Lebih dari itu, langkah ini menjadi sinyal tentang dimana VinFast melihat potensi terbesar transformasi mobilitas di Indonesia akan terjadi.
Indonesia, seperti Vietnam, bukan sekadar pasar yang besar bagi kendaraan roda dua. Lebih dari itu, kehidupan masyarakatnya sangat bergantung pada sepeda motor. Sepeda motor mampu menjangkau ruang-ruang yang tidak dapat dilalui mobil, dengan biaya kepemilikan dan operasional yang relatif terjangkau bagi sebagian besar rumah tangga.
Pada 2025, nilai pasar kendaraan roda dua di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar USD 10,48 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 12,46 miliar pada 2030. Sepeda motor yang menyumbang lebih dari 78 persen total pengiriman kendaraan roda dua pada 2024, menegaskan dominasinya baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan.

Baca juga: VinFast Resmikan Pabriknya di Subang, Mempertegas Komitmen Jangka Panjangnya
Kendaraan listrik roda dua yang sebelumnya dipandang sebagai produk eksperimental kini perlahan masuk ke dalam pertimbangan mobilitas sehari-hari. Dorongan elektrifikasi di Indonesia dilakukan secara terarah. Melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019, pemerintah menetapkan target penggunaan 13 juta sepeda motor listrik pada 2030. Target ini didukung oleh berbagai kebijakan, mulai dari subsidi pembelian langsung, insentif pajak, hingga pembebasan bea masuk untuk komponen baterai.
Pada saat yang sama, kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mendorong produsen untuk merakit sistem baterai di dalam negeri, sehingga memperkuat fondasi industri kendaraan listrik nasional. Bagi produsen yang bersedia berinvestasi secara lokal, logika jangka panjangnya kini semakin sulit diabaikan.
Baca juga: VinFast VF 6 Selaras dengan Sosok Beckham Putra: Energik, Fokus, dan Penuh Determinasi
Pengalaman yang Dibawa Melintasi Batas Negara
Ketertarikan VinFast pada skuter listrik bukan sekadar wacana. Di Vietnam, kendaraan listrik roda dua justru menjadi salah satu lini bisnis dengan pertumbuhan tercepat bagi perusahaan tersebut.

Dalam kurun waktu kurang dari 11 bulan sepanjang tahun ini, VinFast mencatatkan penjualan hampir 400.000 sepeda motor listrik, meningkat sekitar 570 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini mengantarkan VinFast ke posisi kedua terbesar di pasar roda dua Vietnam, sebuah pencapaian luar biasa di industri yang selama puluhan tahun dikuasai merek- merek yang telah memiliki posisi kuat.
Pertumbuhan tersebut tidak hanya ditopang oleh faktor kebaruan. VinFast secara agresif memperluas jaringan distribusinya, dari 109 titik penjualan pada 2024 menjadi hampir 600 titik di seluruh Vietnam.
Ekspansi ini disertai penguatan layanan aftersales, solusi pengisian daya, serta skema pembiayaan yang memudahkan konsumen. Hasilnya bukan sekadar peningkatan angka penjualan, melainkan juga tingkat penerimaan yang lebih luas di kalangan masyarakat. Sepeda motor listrik perlahan beralih dari segmen pengguna awal menuju pilihan arus utama.
Indonesia menghadirkan lanskap yang berbeda, namun pertanyaannya serupa, bagaimana mempercepat elektrifikasi di negara yang kendaraan sepeda motor telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

















