AlanBIKERS.com – Motor tua memang dikenal sebagai kuda besi tua yang gampang mogok, boros bensin, knalpotnya berisik dan punya bodi yang dekil. Namun, bagi pehobi motor tua atau klasik semua itu justru bisa membuat bangga pemiliknya. Apalagi jika motor lawas tersebut terawat dengan baik dan sehat…
Ini diungkapkan Bro Jhonta Herry Patmono atau yang kerap disapa Herry GAC Pembina dan Penasehat Begundal Hijrah MC dan Bro Hani Black Crows, Life Member Iron Horse MC Indonesia. Kedua Bikers motor klasik yang punya segudang pengalaman dalam berbagai hal motor klasik ini ingin berbagi ilmu cara merawat motor tua.

“Banyak suka dan duka selama saya menyelami sebagai pehobi motor tua/klasik. Sukanya, sepanajang jalan jadi pusat perhatian publik. Dukanya, bila motor mogok di jalan yang jauh dari rumah, dan hampir semua bengkel angkat tangan untuk memperbaikinya. Disinilah, kita harus punya skill untuk memperbaikinya bila terjadi trouble di mana pun dan kapan juga,” ujar Bro Herry GAC yang pernah mengalami trouble di jalan, mulai dari BSA Golden Flash, Puch SGS 250 hingga Harley-Davidson.
Baca juga : Rayakan 4th Anniversary, MBCC Berbagi Rezeki dengan Masyarakat
Lebih lanjut Pemilik Graha Auto Classic Cikarang ini mengatakan bahwa perawatan motor tua itu sebenarnya mudah. Motor tua yang kita punya cuma sering dipanasin mesinnya setiap minggu. “Tapi jika motor tua yang dikoleksi jumlahnya banyak, maka harus punya montir pribadi untuk membantu memanaskan mesinnya satu persatu atau mengatasi kerusakan lainnya,” tukas Bikers yang mengoleksi puluhan motor klasik buatan Eropa, Amerika dan Jepang ini.
Baca juga : 20 Tahun Berpisah, Dua Bikers Klasik Dipertemukan Lagi Lewat Touring
“Sama dengan motor baru, motor tua yang dipake harian wajib ganti oli setiap 2500 km agar jeroan mesinnya awet. Gunakan oli yang kental dengan kualitas bagus. Sedangkan untuk motor tua yang jarang digunakan bisa mengganti oli setiap tahunnya,” tambah Bikers yang hobi touring dan traveling ini.





















