AlanBIKERS.com – Secara resmi komunitas yang beranggotakn para wartawan pengguna dan penggemar sepeda motor keluaran tahun 2005 dan berkarburator telah dideklarasikan pekan lalu. Namanya Kumpulan Wartawan Motor Retro (KWATRO). Dideklarasikan di Curug Pangeran, Gunung Bunder, Bogor, Jawa Barat (24/1).
Meskipun motor yang digunakan oleh para penggemar motor retro ini sudah dihentikan produksinya, namun demikian perawatan motor retro terus dilakukan agar dapat ditunggangi untuk memenuhi kepuasan khusus. Apalagi saat berburu onderdil dan aksesoris yang juga terbilang langka.

Tidak itu saja, kerinduan akan kenangan masa lalu juga menjadi awal terbentuknya KWATRO. “Saat ini masih SMA, Yamaha RX King menjadi motor idaman dan baru sekarang saya bisa menang,” ujar Yusuf Arief, pemilik Yamaha RX King Cobra keluaran 1990.
Deklarasi KWATRO diawali dengan mengendarai sejauh 70 KM menuju Curug Pangeran, Gunung Bunder, Bogor pada Jumat malam (24/01). Seperti motor retro, Yamaha RX King Cobra 1990, Yamaha F1ZR 2001 dan 2002, Honda C70 1971, Honda CG110 1983, Honda Grand 1993, Vespa PTS 1980 dan Vespa PS Strada 1986 ikut meramaikan tur touring perdana ini.
Dentuman knalpot yang menjadi ciri khas motor retro terdengar seperti irama musik yang menemani rombongan selama perjalanan. Setibanya di lokasi, para penggemar motor retro ini pun membantah oleh dinginnya udara dan suara tonggeret yang menyejukan telinga.

Tenda dome menjadi saksi bisu awal berdirinya Kumpulan Wartawan Motor Retro. Di dalam tenda berkapasitas 10 orang ini berlangsung musyawarah mufakat dalam menentukan visi dan misi KWATRO hingga pemilihan Ketua.
Hasilnya, dalam Deklarasi ini diumumkan sebagai Pendiri KWATRO, diantaranya Yusuf Arief (Naikmotor.com), Arif Syahbani (Naikmotor.com), Bayu Nurpatria (Pojokoto.com), Tigor Qristovani Sihombing (Otojurnalisme.com), Adithya Nurcahyo (Otojurnalisme.com), Harry Budiawan (Gridoto.com) , Muhammad Iman (Motorexpertz.com) dan Tito B. Setiawan (Bestcar.com).

“Visi KWATRO menjadi wadah para penggemar yang memiliki hobi dan merawat motor retro. Sedang misinya adalah menyambangi tempat wisata dengan mengendarai motor retro yang didukung,” ujar Tigor Qristovani Sihombing yang didaulat menjadi Ketua KWATRO.
Untuk bergabung dalam komunitas ini sangat mudah, yaitu berprofesi sebagai wartawan, memiliki SIM C serta memiliki motor di bawah tahun 2005 dan karburator berteknologi.
“Kami harap KWATRO dapat terus mengembangkan dengan bergabungnya para penggemar lain yang memiliki keinginan dan kenangan indah bersama motor kesayangan di zamannya.” tutup Tito B. Setiawan, Pembina KWATRO. (RLS/AB)
















