“Kegiatan ini menyelaraskan antara SMK dengan industri otomotif, khususnya roda dua sesuai dengan arahan dari Menteri Pendidikan dan Perindustrian,” jelas Ari Setiawan, Spd selaku Koordinator Education DDS Jakarta.
Selain itu, mereka juga melihat ruang praktek Siswa YES (Yamaha Enginering School) yang di pandu oleh Muhammad Ibrohim, SE, MM akrab disapa Boim selaku Education & Technical Control Yamaha Area Jakarta dan Bekasi. Boim menjelaskan bahwa YES sangat terbuka untuk semua siswa lulusan SMK sederajat untuk dibimbing menjadi mekanik Yamaha yang siap kerja tanpa di pungut biaya alias gratis. Rombongan ini juga melihat para siswa YES angkatan 52 yang sedang menerima materi dari Instruktur Yamaha.

Baca juga : Gathnas Perdana WOI Sukses Nikmati Beragam Aktivitas Bersama Motor Adventure Yamaha
“Edukasi dan ilmu yang diberikan kepada kami semoga menjadi manfaat, baik sebagai guru maupun siswa serta tetap terjalin kerjasama yang baik antara kami pihak sekolah dengan Yamaha yang mana akan tercipta hubungan harmonis antara sekolah dalam hal ini, yaitu Yamaha. Semoga kita tetap bisa berkolaborasi, berinovasi dan berkarya serta menciptakan generasi yang unggul yang memenuhi kebutuhan industri,” ujar Anggi Pratama, Guru Produktif Otomotif SMKN 1 Belitang III – Oku Timur, Sumatera Selatan selaku Koordinator Guru Pembimbing dalam kegiatan ini.

Tidak hanya melihat berbagai aktivitas di Yamaha DDS Cempaka Putih – Jakarta, para siswa dan guru juga diberikan edukasi tentang sejarah singkat berdirinya pabrikan motor Yamaha yang disampaikan oleh Boim. Acara pun ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari pihak sekolah kepada Perwakilan Yamaha DDS Cempaka Putih – Jakarta dan dilanjutkan dengan foto bersama.
“Semoga kegiatan ini dapat menambah wawasan para siswa dan kembali membangkitkan perkembangan dunia otomotif nasional,” Tutup Ari Setiawan, Spd. (RLS)

















