Perlunya Manajemen Risiko Guna Antisipasi Kerugian Dampak Cuaca Ekstrem

AlanBIKERS.com – Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan terhadap dampak lingkungan, terlebih dampak perubahan iklim. Cuaca ekstrem dengan curah hujan yang meningkat memberikan risiko banjir yang kerap tidak dapat dihindari.

Di awal tahun 2021 sejumlah daerah di Indonesia seperti Aceh hingga Maluku diterjang banjir bandang. Di Provinsi Kalimantan Selatan sendiri, Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 7 Kabupaten/Kota yang terdampak banjir.

Nyatanya, risiko lingkungan tidak melihat situasi pandemi. Meski seluruh perhatian tertuju pada upaya penanganan pandemi, risiko lingkungan tidak dapat diabaikan. Perubahan iklim yang berdampak pada semua orang senantiasa menjadi risiko yang tak bisa dianggap remeh.

Mitigasi bencana dan manajemen risiko harus dilakukan untuk mencegah tingginya kerugian yang muncul dari dampak perubahan iklim. Tidak hanya memakan korban jiwa, bencana banjir juga menimbulkan kerugian material pada rumah, kendaraan, dan asset lainnya.

“Kita harus mengubah persepsi kita terhadap penanganan masalah lingkungan. Semua pihak perlu terlibat dan berkontribusi untuk mencegah dan menangani dampak dari perubahan iklim. Kegagalan mengelola risiko lingkungan dapat memberikan dampak dan kerugian yang tidak terukur bagi masyarakat,” ujar Hassan Karim, Direktur Utama PT Asuransi Adira Dinamika, Tbk (Adira Insurance) yang merupakan bagian dari Zurich Insurance Group (Zurich).

Hassan Karim, Direktur Utama PT Asuransi Adira Dinamika, Tbk.

“Pandemi ini telah memberi kita kesempatan untuk merefleksikan bagaimana kita memperlakukan lingkungan dan bahwa belum terlambat untuk mengelola risiko yang kita hadapi dan mengubah dampaknya,” lanjut Hasan.

Perlunya Manajemen Resiko

Banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya manajemen risiko. Kebanyakan masyarakat masih berpaku pada dampak, melupakan faktor pencegahan dan pengelolaan risiko yang sebetulnya dapat dilakukan.

Setiap individu dapat terlibat aktif dalam upaya menjaga lingkungan karena ini bagian dari mitigasi yang dapat kita lakukan, seperti pengurangan limbah, memperbanyak tanaman hijau, dan area resapan di sekitar rumah.

“Tidak banyak yang mengetahui bahwa biaya pemulihan dapat mencapai hampir 9 kali lebih tinggi daripada biaya yang dikeluarkan untuk pencegahan. Sebagai perusahaan asuransi yang memberikan jaminan terhadap risiko banjir melalui beberapa produknya, Zurich memahami tingginya kerugian yang dapat dirasakan masyarakat dari risiko banjir. Pada tahun 2020, Adira Insurance, yang merupakan bagian dari Zurich, membayar lebih dari Rp126 miliar klaim terkait banjir” tambah Hassan.

Zurich melihat perlu langkah kolektif untuk bisa mengatasi risiko lingkungan dan menciptakan masyarakat Indonesia yang tangguh untuk masa depan. Edukasi terkait dengan manajemen risiko dari bencana alam juga patut digalakkan oleh pihak-pihak terkait.

Sebagai pemain global dalam industri asuransi, Zurich merupakan salah satu perusahaan yang menandatangani kesepakatan The Paris Agreement (Perjanjian Iklim Paris 2015) untuk menghentikan peningkatan suhu global maksimum 1,5 derajat celcius.

Membantu Masyarakat Pulih Kembali Pasca Bencana

Tidak ada yang imun terhadap perubahan iklim, dan tidak ada vaksin terhadap risiko lingkungan. Mitigasi bencana dan manajemen risiko patut dilakukan untuk mencegah tingginya kerugian yang muncul dari perubahan iklim.

Perlindungan yang komprehensif juga sangat penting untuk menyikapi risiko lingkungan karena bencana alam tidak dapat diprediksi. Salah satu bentuk manajemen resiko yang dapat dilakukan masyarakat juga adalah melengkapi diri dengan perlindungan mendasar seperti proteksi jiwa maupun asset.

Perlindungan terhadap properti, kendaraan bermotor, bahkan bisnis, dapat membantu masyarakat untuk mengantisipasi kerugian akibat bencana alam. Ini merupakan tujuan utama dari asuransi, yaitu untuk membantu masyarakat pulih kembali setelah terjadi bencana.

“Ini merupakan salah satu peran penting perusahaan asuransi untuk memberikan perlindungan yang holistik kepada Pelanggan. Pelanggan tidak perlu merasa khawatir apabila hujan deras melanda wilayahnya. Perlindungan asuransi dapat membantu pelanggan dalam menghadapi situasi saat bencana melanda maupun untuk bangkit kembali setelahnya.” tutup Hassan.

Adira Insurance memiliki produk yang dapat memberikan perlindungan dari risiko banjir seperti asuransi kendaraan baik mobil (Autocillin) maupun motor (Motopro), lalu asuransi properti seperti rumah tinggal (Home Insurance) maupun ruko (Arthacillin).

Setiap tahunnya, Adira Insurance menyiapkan Tim Autocillin Rescue untuk tanggap bencana terutama saat musim penghujan. Tim Autocillin Rescue siap 24 jam untuk memberikan pertolongan kepada pelanggan yang terkena bencana. Pelanggan yang membutuhkan evakuasi cukup menggunakan Autocilin Mobile Claim (AMC) atau menghubungi Adira Care 1500 456. (AAD/AB)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.