AlanBIKERS – Tim Ducati Lenovo meraih kemenangan di Grand Prix Jerman setelah Marc Marquez memenangkan balapan 30 putaran di Sirkuit Sachsenring, Minggu (13/7). Pada hari Grand Prix ke-200 nya di kelas MotoGP, Marquez memulai balapan dengan sempurna dari posisi pole, menunjukkan kecepatan tak tertandingi dan melesat menjauh di pertengahan balapan.
Pada hari Grand Prix ke-200 nya di kelas MotoGP, Marquez memulai balapan dengan sempurna dari posisi pole, menunjukkan kecepatan tak tertandingi dan melesat menjauh di pertengahan balapan.
Ini adalah kemenangan balapan hari Minggu ketujuhnya Marquez pada musim ini dan yang keempat berturut-turut, sekaligus menjadikannya satu-satunya pembalap yang menang sembilan kali di sirkuit yang sama dalam kelas MotoGP, yaitu di Sirkuit Sachsenring. Marc menempati posisi kedua sebagai pembalap dengan kemenangan terbanyak dalam sejarah kelas utama.

Baca juga: Marquez Juara di Assen, Jadi Kemenangan Tiga Kali Berturut-turutnya
“Tentunya sangat luar biasa untuk merayakan Grand Prix ke-200 saya dengan sebuah kemenangan. Saya sangat menginginkan kemenangan di Sachsenring ini, karena seperti yang kita tahu, ini adalah sirkuit yang cocok untuk saya. Aspalnya licin, tapi saya membalap dengan baik dan tetap focus, sesuatu yang akan menjadi kunci untuk paruh kedua musim,” ujar Marc Marquez.
Marquez mencoba membaca kondisi sebaik mungkin, ada sedikit angin belakang di tikungan pertama tidak terlalu kencang, “tapi cukup untuk memaksa saya mengubah titik pengereman, dan hujan telah membersihkan sebagian karet dari lintasan. Bekas kecelakaan membuat saya lebih berkonsentrasi,” lanjutnya.

Baca juga: Marquez Raih Kemenangan ke-93, Ducati Lenovo Team Masih Puncaki Klasemen
Sementara itu, pebalap dari Tim Ducati Lenovo lainnya Francesco Bagnaia menunjukkan performa comeback yang kuat berhasil raih podium ketiga. Francesco Bagnaia memulai balapan dari posisi kesebelas di grid, berhasil naik empat posisi di putaran-putaran awal, dan mengamankan posisi ketiga di paruh kedua balapan.
Francesco Bagnaia menyampaikan bahwa suhu di sirkuit lebih rendah dari tahun lalu, tetapi kondisinya tidak mudah, dengan angin dan cengkeraman yang berkurang karena hujan. Bagian depan motor sangat kritis di tikungan 1, 12 dan 13.
“Tetapi kami mengelola semuanya sebaik mungkin. Sepertinya, dari posisi berapapun saya memulai, saya selalu finis di posisi ketiga dan jelas, kami perlu mengubah sesuatu. Kami membuat langkah-langkah kecil ke depan, dan meskipun tidak ideal, kami berhasil memulihkan posisi dan mencetak poin penting, itulah yang paling utama,” ujar Bagnaia.

Baca juga: Marc Marquez dan Ducati Lenovo Team Mendominasi MotoGP Aragon 2025
Saat Grand Prix kesebelas musim ini berakhir, perolehan poin Marc Márquez bertambah menjadi 344, memperlebar jarak keunggulannya menjadi 83 poin di atas Alex Marquez. Francesco Bagnaia berada di posisi ketiga, tertinggal 147 poin di belakang rekan setimnya.
Tim Ducati Lenovo terus memimpin klasemen tim (541 poin), dengan Ducati juga mempertahankan posisi teratas di klasemen pabrikan (393 poin). Tim Ducati Lenovo akan kembali beraksi Jumat, 18 Juli, di Automotodrom Brno (Republik Ceko) untuk Grand Prix kedua belas musim ini. (LMI/AB)

















