Mario Iroth : Langit Sangat Indah di Mongolia Bagai Melihat Lukisan

AlanBIKERS.com – Mario Iroth pemenang Castrol Power1 Legendary Bikers 2014 sudah tuntas melakukan perjalanan Wheel Story Season 5, berpetualang menjelajah benua Afrika menggunakan sepeda motor Honda CRF250 Rally. Inilah cerita yang dikirimnya ke Redaksi alanbikers.com pada tanggal 23 September 2018. Saat ini dia sudah menempuh total jarak 41.648 Km, memasuki hari ke-353, dalam perjalanan kembali ke Indonesia.

Masuk ke Mongolia dengan kendaraan asing tidaklah sulit. Setelah melapor ke Custom dan motor dicek lalu mereka akan memasukan data motor ke dalam system computer dan mengambil voucher Carnet lalu stamp.

Langkah terakhir beli asuransi sebelum keluar area perbatasan dan langsung gas. Proses ini hanya memakan waktu sekitar 1 jam termasuk proses imigrasi. Saya masuk dari Altanbulag border di bagian utara.

Hari itu saya riding mengarah ke Ulan Bator, namun hari keburu sore dan sepanjang mata memandang hanya padang rumput dan pegunungan berlatar langit biru yang indah tanpa polusi. Terlihat kawanan sapi dan domba, angin bertiup semakin dingin sudah memasuki musim gugur temperature sekitar 9°C sore itu.

Sekitar 100 Km sebelum Ulan Bator saya memutuskan untuk melakukan ‘wild camping’. saya keluar dari jalan raya mengikuti jalur offroad sekitar 800 meter nampak ada 2 rumah tradisional atau disebut ‘Ger’. Saya meminta izin sang pemilik lahan untuk bisa kemping sebelah Ger dan mereka pun menyambut dengan hangat.

Ini pengalaman pertama saya berbaur dengan warga lokal di Mongolia. Saya melihat bagaimana mereka memandu sapi dan domba dengan berkuda kembali ke kandang sebelum gelap dibantu anjing besar berbulu tebal. Sore itu menjadi pengalaman berharga melihat kehidupan orang Mongolia dengan latar belakang alam yang indah.

Langit sangat indah di Mongolia bagai melihat lukisan. Sekitar 250 hari setiap tahun di Mongolia akan selalu cerah dengan langit biru yang indah hingga Mongolia sendiri dijuluki ‘Land of the Blue Sky’ walau Ulan Bator sebagai ibu kota negara dengan rata-rata suhu terendah di dunia.

Bayangkan saja kalau musim dingin bisa sampai -30°C. Ketika tiba di Ulan Bator cuaca berubah, salju turun selama 2 hari hingga menumpuk di motor saya sekitar 10 cm dengan temperature -8°C ini. Di Ulan Bator sendiri kami membuat transit visa Russia untuk bisa melanjutkan perjalanan ke Vladivostok.

Ketika cuaca kembali cerah dan kembali hangat, saya riding ke arak timur sekitar 55 Km dari Ulan Bator, saya mengunjungi the Genghis Khan Equestrian Statue, melihat dari dekat golden eagle hingga merasakan sensasi berkendara di jalur offroad dengan latar belakang pegunungan di Gorkhi Terelj National Park.

Sebelum matahari terbenam, saya kembali riding ke Ulan Bator disambut kemacetan parah. Saya sangat puas menikmati keindahan yang ditawarkan negeri ini. Suatu hari saya akan kembali menjelajah Mongolia dan ingin merasakan berkendara di gurun Gobi dimana bagian barat yang saya tidak kunjungi kali ini.

21Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: