Tips Mengabadikan Momen Perjalanan Touring dari Fotografer Profesional

AlanBIKERS.com – Usai melakukan perjalanan kegiatan touring, terutama lintas kota atau provinsi, banyak cerita yang dibawa para bikers, mulai dari serunya brotherhood hingga nikmati indahnya alam. Karena serunya menikmati  perjalanan, kadang mereka lupa atau tidak sempat mengabadikan momen-momen keseruan selama perjalanannya.

Saat mengambil foto carilah komposisi yang benar-benar bagus. Untuk fotografi outdoor saat berkendara, perlu menyatukan jalan, sepeda motor dan latar belakang untuk membuat cerita yang bagus dari sebuah gambar

Bagaimana mengambil gambar untuk mencegah momen-momen selama perjalanan terlupakan. Berikut beberapa tips yang akan disampaikan oleh tiga Fotografer profesional yang juga penggemar sepeda motor, yakni Gala Indiga, Grady Kayzel dan Prakoso Umam.

Foto : Gala Indiga.

“Bagi saya, berkendara selalu merupakan kesempatan untuk mengabadikan momen-momen menakjubkan. Salah satu sepeda motor favorit saya untuk dikendarai adalah Royal Enfield Himalayan yang dapat dikendarai dengan mudah, baik untuk on- dan off-road. Pada saat yang sama juga menjadi objek favorit untuk lensa saya karena detail klasik modernnya yang indah. Kelihatannya luar biasa – wide shot dan close up angle,” jelas Gala Indiga, Fotografer Profesional yang juga aktif dalam fotografi industri.

Vimal Sumbly, Head of International Business APAC, Royal Enfield menyampaikan bahwa Royal Enfield hadir untuk menghidupkan kembali kesenangan “Pure Motorcycling”, sebuah tujuan yang mendorong, memungkinkan dan menginspirasi pengendara di seluruh dunia untuk bereksplorasi seumur hidup secara aktif, membawa sensasi berkendara yang sesungguhnya.

Foto : Gala Indiga.

“Kami tidak hanya menginspirasi pengendara sepeda motor untuk terus berkendara, tetapi kami juga ingin mendukung pengendara untuk mengambil momen dan mengabadikan lingkungan sekitarnya. Untuk menyadari betapa indahnya dunia ini dan betapa menariknya orang-orang di sekitar kita. Kami di Royal Enfield secara aktif mendorong pengejaran eksplorasi dan percaya bahwa sepeda motor kami adalah cara yang sempurna untuk melakukan itu,” lanjut Vimal.

Gala Indiga

Menurut Gala, ada dua tujuan fotografi yang perlu diketahui, pertama adalah mengenai si subjek dan kedua adalah bercerita. Jika subjeknya adalah sepeda motor, maka yang dibutuhkan pada gambar tersebut adalah detailing yang dapat memperlihatkan bagian-bagian sepeda motor dengan lebih jelas. Kemudian ambil foto dengan angle close up, dari sisi kiri, kanan, atas, diagonal dan eye level.

Jika tujuannya bercerita, yang perlu diambil adalah motor dengan suasana, bukan lagi detailing. Jadi, perlu adanya pengambilan gambar yang bercerita bagaimana mengenai kenyamanan sepeda motor yang digunakan dan di mana ketika digunakan, sehingga dapat memberikan pandangan yang holistik. Sebagai perbandingan, dalam sebuah gambar perlu ada 20% objek dan 80% pemandangan.

“Untuk memotret, tidak perlu menunggu cuaca cerah, karena cuacanya apapun memiliki cerita dan visual tersendiri. Jadi, tidak perlu khawatir, lakukan saja!,” lanjut Gala.

Tips bagi yang baru mulai mencoba fotografi adalah penting untuk mempelajari anatomi subjek. Jika itu sepeda motor, maka kamu perlu tahu angle terbaik. Untuk sepeda motor, setang harus lurus agar dimensinya tampak lebih panjang.

“Juga sangat penting adalah “memahami subjek” sebelum kamu memotretnya. Jika ingin mengabadikan sepeda motor, cobalah mengenal sepeda motor itu terlebih dahulu, pahami sepeda motor dengan mengendarai dan menjelajahinya. Ketahui detail sepeda motornya dan rasakan saat berkendara di berbagai medan. Dengan melakukan ini, gambarmu akan dapat mencerminkan kreativitasmu. Gambar memang berbicara seribu kata!,” tutup Gala.

Foto : Grady Kayzel.

Grady Kayzel

Tips fotografi menurut Grady adalah membutuhkan riset dan referensi yang banyak, serta banyak menonton video tutorial fotografi. Dengan banyak keterampilan yang digali, karakter setiap fotografer akan muncul dengan sendirinya. Itulah yang akan membedakan foto dari banyak fotografer di luar sana.

“Untuk fotografi luar ruangan, kamu perlu mengulik kameramu untuk menemukan speed dan ISO yang tepat untuk setiap situasi. Bahkan di malam hari dengan cahaya redup, jika terus bermain dengan speed dan ISO, kita dapat menghasilkan gambar yang bagus,” jelas Grady.

Foto : Grady Kayzel.

Selain itu, menurut Grady, tidak perlu menggunakan kamera yang mahal dan canggih, dengan kamera standar saja sudah cukup. Yang penting ada kemauan untuk terus mencari referensi, berbagi pengalaman dengan teman, belajar dan banyak bertanya yang akan menghasilkan karakter fotografi tersendiri yang tidak dimiliki orang lain.

“Kemudian untuk perawatan kamera, jika kamu sering mengambil foto outdoor seperti riding, maka kamera harus sering diservis untuk membersihkannya dari debu selama perjalanan,” lanjut Grady.

Foto : Prakoso Umam.

Prakoso Umam

Menurut Prakoso Umam, untuk menjadi seorang fotografer harus fokus dan mengejar apa yang kamu suka. Jika menyukai fotografi outdoor, berangkatlah sepagi mungkin agar mendapatkan pencahayaan terbaik, terutama jika ingin memotret pemandangan.

“Saat mengambil foto carilah komposisi yang benar-benar bagus. Untuk fotografi outdoor saat berkendara, perlu menyatukan jalan, sepeda motor dan latar belakang untuk membuat cerita yang bagus dari sebuah gambar,” ujar Umam.

Foto : Prakoso Umam.

Untuk gear-nya sendiri, lanjut Umam, tidak perlu kamera yang canggih dengan lensa yang mahal, kamera standar atau kamera smartphone saja sudah cukup, yang penting mengabadikan sebuah momentum. (RE/AB)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.