Ada Genangan Air, Jangan Asal Trabas! Begini Cara Bermotor Aman Hadapi Banjir

AlanBIKERS.com – Buat sobat Bikers, jangan coba-coba menerabas genangan air atau banjir. Ada tips bermotor yang aman saat melintasi jalanan yang tertutup oleh genangan air.

Saat ini, sebagian wilayah Indonesia khususnya Jabodetabek sedang mengalami peralihan musim. Musim yang tidak menentu ini ditandai dengan cuaca yang panas, yang kadang berubah menjadi hujan deras disertai angin kencang. Kontur jalan yang bergelombang dan drainase yang tidak berfungsi menyebabkan banjir di sana-sini.

Menurut Agus Sani, Head Of Safety Riding Promotion Wahana menyebutkan bahwa salah satu penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah faktor lingkungan, seperti cuaca hujan dan lain-lain.

Untuk itu, buat para pengendara agar tetap aman dalam mengendarai sepeda motornya, ada beberapa hal yg harus dilakukan. Pertama, selalu memastikan kondisi motor dalam keadaan baik, dan rutin melakukan pengecekan sepeda motor agar motor dapat berjalan dengan maksimal dan aman.

Kedua, selalu persiapkan jas hujan di sepeda motor, agar ketika cuaca hujan maka perjalanan dapat terus dilanjutkan. Ketiga, pilihlah rute yang aman jika terjadi hujan yang sekiranya dapat menyebabkan banjir di jalan. “Jangan memaksakan untuk melewati jalan banjir apalagi jika kedalaman air melebihi knalpot sepeda motor,” wanti Agus Sani.

“Jika pengendara tidak hafal rute/jalan yang dilalui, sebaiknya jangan memaksakan jalan di situasi jalan tersebut, karena akan beresiko apabila ada lubang yang dapat membahayakan kita. Namun jika pengendara sudah paham jalan tersebut, sebaiknya jaga kecepatan dan tidak berada di samping kendaraan besar yang berpotensi adanya blindspot dari kendaraan tersebut sehingga supir kendaraan besar tersebut tidak mengetahui keberadaan motor disampingnya,” lanjutnya.

 

“Jadi, lebih aman berada di belakang atau di depan kendaraan, agar kita bisa mengantisipasi apabila tiba-tiba motor mati mendadak. Dan yang lebih aman lagi, sebaiknya cari rute alternatif yang tidak banjir dan tidak banyak kendaraan besar,” tambah Agus Sani.

Menanggapi kebiasaan pemotor di Tanah Air yang kerap mengganti sepatunya dengan sandal jepit saat hujan, pria berkacamata ini menjawabnya sambil tersenyum. “Saya sering lihat kebiasaan seperti itu. Ssafety riding itu memang bukan suatu hal yang wajib dilakukan, jadi hanya sekedar ajakan dan himbauan kepada pengendara agar lebih aman dalam berkendara. Safety riding itu harus dari kesadaran pengendaranya itu sendiri. Nah, jika pengendara tahu efek dari kecelakaan di jalan raya, lalu tubuhnya tidak dilengkapi dengan peralatan berkendara yang aman, maka saya yakin tidak ada orang yang tidak tertib dalam berkendara,” jawabnya.

 

“Sebaiknya jangan mengurangi perlengkapan berkendara seperti sepatu walau kondisi jalan hujan, karena justru pada kondisi tersebut, resiko kecelakaan akan lebih besar dibandingkan jalan kering. Lebih baik sepatu yang basah daripada kaki yang mengalami luka-luka jika terjadi kecelakaan,” pungkasnya. (SRP/AB)

 

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.