“Sayangnya keberadaan mereka terancam punah. Alasan ini yang membuat kami menamai tiga kendaraan pertama kami menggunakan nama mereka. Kami tidak hanya ingin berkontribusi dalam memitigasi polusi udara dan suara, namun juga meningkatkan kesadaran dan dukungan masyarakat untuk melindungi fauna Indonesia yang terancam punah,” ujar Stephanus Widi.
Saat ini masyarakat Indonesia masih banyak yang ragu untuk beralih dari motor konvensional ke motor listrik. “Masih banyak ketakutan dari mereka seperti soal jarak tempuh yang diberikan, cara pengisian baterai, hingga harga jual kembali motor listrik yang masih belum pasti,” jelas Yudi P Sukma, Brand Manager Charged Indonesia.
Hambatan-hambatan tersebut yang kemudian coba diatasi oleh Charged Indonesia. Mereka tidak sekadar meluncurkan tiga motor listrik sekaligus tapi juga menawarkan skema kepemilikan yang baru, yaitu dengan cara berlangganan. Ketiga motor listrik tersbut itu bisa dibawa pulang dengan cara berlangganan membayar Rp1,650 juta/bulan.

Baca juga : Karya Anak Bangsa, BMI Peroleh Banyak Dukungan untuk Produksi Motor Listrik


















