AlanBIKERS – Sejarah baru MotoGP tercipta lagi usai gelaran GP Jepang yang berlangsung di Sirkuit Motegi, Minggu (28/9). Untuk pertama kalinya Marc Marquez dari tim Ducati Lenovo menjuarai MotoGP bersama pabrikan Borgo Panigale, Ducati merah. Meskipun pada seri ini Marc menempati posisi kedua kalah dari sesama tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia.
Dengan finis di urutan kedua, Marc sudah cukup secara matematis untuk mengamankan gelar juara dunia ketujuhnya di kelas MotoGP, setelah poinnya sudah tak terkejar oleh sang adik pembalap Gresini Racing, Alex Marquez yang juga menggunakan Ducati. Dalam balapan kali ini, Francesco “Pecco” Bagnaia tampil dominan setelah memulai start dari pole position.
Sejarah baru luar biasa atas raihan ini, bagi pabrikan Borgo Panigale, ini merupakan gelar keempat berturut-turut yang diraih oleh tiga pembalap berbeda. Pada tahun 2022 dan 2023 bersama Francesco Bagnaia, tahun 2024 diraih Jorge Martín, dan kini tahun 2025 giliran bersama Marc Marquez.
Baca juga: Diavel V4 RS MY26: Edisi Terbatas Lebih Dekat dengan Dunia Superbike
Hasil yang belum pernah terjadi sebelumnya di era MotoGP ini, menegaskan pengembangan teknis dan olah raga yang solid dari Ducati dengan kemampuan beradaptasi, berevolusi, dan meraih kemenangan bersama pembalap berbeda, dengan Desmosedici GP yang secara konsisten memimpin di panggung dunia.

Grand Prix Jepang menjadi puncak dari sebuah perjalanan yang dimulai ketika Marquez bergabung dengan tim resmi Borgo Panigale pada awal 2025. Sebuah tantangan yang ia terima dengan tekad penuh dan ia ubah menjadi musim yang luar biasa, di mana sang juara dari Ducati Lenovo Team menegaskan dirinya, dari satu balapan ke balapan berikutnya, sebagai protagonis utama dalam kompetisi internasional tertinggi roda dua.
Perjalanan menuju gelar Juara Dunia ditandai dengan pencapaian angka-angka luar biasa mulai dari 14 kemenangan Sprint dan 11 kemenangan GP, yang menempatkannya di puncak klasemen kejuaraan dunia dengan 541 poin, unggul 201 poin dari posisi kedua. Kombinasi Sprint-GP miliknya begitu impresif, 10 kali meraih kemenangan ganda dalam satu musim, 7 di antaranya secara beruntun, sebuah rekor yang menobatkannya sebagai pembalap dengan kemenangan ganda terpanjang dalam sejarah MotoGP
Baca juga: Ducati Multistrada V4 RS Padukan Sensasi Riding Sporty dan Grand Touring
Pada GP Motegi ini juga ditutup dengan penampilan gemilang dari Francesco Bagnaia, yang meraih kemenangan di Sprint maupun balapan hari Minggu, sebuah hasil yang semakin menambah nilai pada akhir pekan bersejarah bagi Ducati.

“Hari ini kita bersama-sama merayakan kekuatan sebuah tim yang tak pernah berhenti memberikan kejutan! Hasil ini mungkin terlihat mudah, tetapi di balik setiap kesuksesan ada kerja sama tim yang konsisten. Kemenangan ini dibangun dari balik layar. Di sini, setiap detail membuat perbedaan dan menjadi elemen kunci yang memungkinkan seorang juara tampil maksimal di lintasan,” ujar Claudio Domenicali, CEO Ducati.
Gelar Juara Dunia yang baru saja diraih menambah raihan Gelar Konstruktor yang sudah diamankan di Barcelona, gelar keenam berturut-turut bagi pabrikan Borgo Panigale. Rangkaian prestasi yang tak tertandingi dalam sejarah MotoGP ini sekali lagi menunjukkan kekuatan sebuah proyek yang dibangun atas dasar bakat, semangat, dan keunggulan Made in Italy.
Baca juga: Marquez Ukir Sejarah Baru untuk Ducati Usai Juara di MotoGP Ceko 2025
Di balik kesuksesan ini terdapat angka-angka yang menggambarkan komitmen dan kerja teliti dari tim Borgo Panigale:
- Lebih dari 100.000 jam perancangan
- Lebih dari 11.000 jam perhitungan dan simulasi pada kluster HPC Ducati
- Lebih dari 2.500 siklus simulasi CFD untuk aerodinamika dan mesin
- Lebih dari 5.000 jam pengujian di test bench
- Lebih dari 80 kali pergantian mesin yang berhasil dilakukan selama musim
- 48 mesin balap diproduksi untuk 6 pembalap Desmosedici GP
- Lebih dari 1 TB data dikumpulkan di lintasan dan 800 GB data tambahan
- Lebih dari 200 jam pengujian di lintasan bersama Michele Pirro
- Lebih dari 30.000 jam total dihabiskan oleh Ducati Lenovo Team di paddock/garasi
- Lebih dari 300 kali rapat briefing
Di Borgo Panigale, jantungnya Ducati, kemenangan dirayakan bersama semua anggota yang setiap hari menjadikannya nyata. Para karyawan berkumpul di markas Ducati untuk berbagi kebanggaan dan euforia atas kemenangan ini, sekali lagi menunjukkan bahwa merekalah penggemar yang paling setia sekaligus yang paling bersemangat dari Ducati.
Baca juga: XDiavel V4, Motor Sport Cruiser Low Rider Ducati Bermesin V4
“Kepada seluruh anggota Ducati Corse saya ingin mengucapkan terima kasih, sekali lagi, bersama-sama, kita berhasil melakukannya. Kita semua adalah bagian dari sebuah mekanisme yang hanya akan berfungsi jika setiap elemen memberikan yang terbaik, dan hari ini mekanisme Ducati bekerja dengan sempurna, dengan Gigi Dall’Igna yang memimpin serta menginspirasi setiap langkah yang diambil. Ucapan terima kasih khusus juga saya sampaikan kepada Lenovo, para mitra, dan para supplier, yang kontribusinya membuat kami mencapai prestasi setinggi ini. Tahun lalu, saya berjanji kepada para Ducatisti bahwa kami tidak akan berhenti puas, bahwa kami akan terus bekerja untuk kembali menang, dan hari ini kami membuktikan bahwa passion dan komitmen kami bukan hanya kata-kata, tetapi hasil nyata yang selalu membuat kami selangkah lebih maju.” tutup Claudio Domenicali. (LMI/AB)

















