Begini Cara Pebalap Mengisi Waktu Luang Saat New Normal

AlanBIKERS.com – Pandemi Covid-19 masih menjadi penghambat berlangsungnya olahraga balap motor. Meski masih mengalami masa libur merasakan aspal sirkuit, namun beberapa pebalap tetap mempersiapkan diri…

Wabah pandemi Covid-19 yang saat masih masih melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Virus Corona tak hanya menghambat roda perekonomian, namun juga telah menghentikan seluruh kegiatan motorsport. Beberapa tim balap pabrikan pun menghentikan dan meliburkan sementara para pebalap dan tim pendukung lainnya.

Namun, di masa libur yang masih belum ditentukan kapan akan berakhirnya itu, Tim balap masih tetap mempersiapkan diri agar tetap maksimal jika balapan akan digelar kembali pada saatnya nanti. Hal ini juga dilakukan oleh Astra Honda Racing Team (AHRT) yang juga mempersiapkan para pebalapnya. Mulai dari kebugaran tubuh, mental, hingga pernik pendukung lain. Tak terkecuali, wearpack (baju balap) yang lama menggantung.

Baju balap menjadi salah satu hal penting yang harus dipersiapkan, sebagai antisipasi jika balapan kembali dihelat. Karena lama tak dipakai, para pebalap punya trik atau cara khusus agar penutup tubuh tersebut tetap terawat, nyaman dan siap pakai, serta tentu saja bersih.

Herjun Atna Firdaus, pebalap 15 tahun asal Pati, Jawa Tengah, mengaku punya tiga jurus agar baju balapnya siap pakai setiap saat. Selain menjemurnya setelah pemakaian, dia menyiapkan tempat penyimpanan khusus yang tidak lembab, dengan harapan jamur menjauh. ”Saya juga selalu menyemprotnya dengan pewangi,” ucap Herjun yang tahun ini terjun di Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas Asia Production (AP) 250 itu.

Cara yang lebih kompleks dilakukan Lucky Hendriansya. Pebalap yang juga turun di ARRC kelas AP250 tersebut rajin melakukan beberapa hal terkait wearpack agar tetap nyaman dan selalu siap pakai. Menjadi kebiasaan pemuda asal Sidrap, Sulawesi Selatan itu untuk tak mencuci baju balap. Dia hanya membersihkannya menggunakan lap basah setelah pemakaian.

”Tapi sebelumnya, saya selalu menyemprot angin (bertekanan tinggi/ menggunakan kompresor) pada bagian dalamnya. Setelah itu, bahan kulitnya dibersihkan pakai leather lotion care. Kalau jeda lama seperti sekarang, saya simpan di ruangan yang tak terkena matahari langsung dan tak lembab,” jelas Lucky.

Trik hampir sama dilakukan Rheza Danica Ahrens, pebalap yang tahun ini masih turun di kelas SS600 ajang ARRC. Langkah pertama yang selalu dilakukannya terkait perawatan baju balap adalah sebisa mungkin mengeringkan bagian dalam yang terkena keringat. Bisa dengan cara didiamkan atau dijemur, atau bisa juga dengan memberi semprotan angin bertekenan tinggi.

Langkah lain yang membedakan cara Rheza dengan yang lain adalah membersihkan bagian luar yang berbahan kulit dengan bahan khusus agar debu atau jamur tak menempel. Caranya bisa dengan dilap atau disikat pelan. Rheza juga membalurkan pelembab agar bagian kulit tetap lentur saat akan dipakai. Sedangkan bagian dalamnya setelah kering disemprot dengan pewangi dan anti bakteri. (AHM/AB)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.