Kopling Motor Juga Butuh Perhatian, Berikut Yang Harus Dilakukan

AlanBIKERS.com – Meski saat ini banyak pengguna skuter matik (skutik) sebagai alat transportasi yang mudah dalam beraktivitas sehari-hari, namun tidak menurunkan minat pengguna motor kopling atau yang sering disebut ‘motor laki’.

Sama halnya dengan semua model sepeda motor lainya, motor dengan transmisi manual ini juga perlu mendapat perhatian. Bagaimana cara perawatan pada motor kopling? Berikut penjelasan dari Ade Rohman, Technical Service Sub Dept. Head PT Daya Adicipta Motora.

Ade Rohman menjelaskan bahwa sepeda motor dengan jenis transmisi manual atau kopling memiliki teknologi pengembangan bernama assist clutch yang berfungsi untuk menghilangkan power loss, dan slipper clutch yang berfungsi untuk mencegah roda belakang tergelincir/slip ketika menurunkan gigi secara extreme.

Kemajuan teknologi di bagian kopling ini, ada beberapa hal prinsip dasar atau basic yang harus diketahui dan tidak boleh dilupakan yaitu secara prinsip dan cara kerja, komponen dasar, dan cara perawatan kopling di sepeda motor.

Agar kopling tetap dalam kondisi prima dan bisa bekerja dengan sempurna, maka perlu dilakukan pemeriksaan & penyetelan secara berkala. Langkah pertama bisa dilakukan dengan memastikan jarak main bebas pada handle kopling harus selalu berada pada kisaran 10-20 mm.

“Cara penyetelannya dengan melonggarkan mur pengunci, kemudian putar mur penyetel sampai dapat standar jarak main bebas, dan terakhir kencangkan mur pengunci,” terang Ade Rohman.

Sementara untuk melakukan penyetelan dibawah dekat mesin dimulai dengan melonggarkan mur pengunci, putar mur penyetel sampai mendekati standar jarak main bebas, kencangkan mur pengunci dan lakukan penyetelah pada sisi atas dekat handle kopling untuk mendapatkan standar jarak main bebas.

“Selanjutnya, pastikan kabel kopling bisa bekerja dengan normal, tidak ada serabut kabel yang rusak, terjepit, routing kabel sesuai standar, dan kabel dapat bergerak dengan bebas saat handle kopling ditekan,” ujar Ade.

Pemeriksaan juga bisa menggunakan feeling pengendara, jika kopling sudah berada di setelan yang normal maka gejala yang ditimbulkan adalah saat pengendara melakukan perpindahan gigi bisa dengan mulus dan tuas kopling dilepaskan secara berangsur maka akan terasa transmisi tenaga ke roda secara berangsur dengan baik atau tidak terasa selip.

Namun jika kopling sudah aus, gejala yang akan timbul mulai dari saat melakukan perpindahan gigi tidak bisa dilakukan dengan mulus, saat akselerasi terasa selip, sepeda motor terasa kurang tenaga, dan bahkan oli mesin menjadi cepat berubah warna atau kotor.

Setelah melakukan penyetelan kopling, lakukan pemeriksaan dengan meletakkan kendaraan dalam keadaan kondisi standar tengah. Kemudian hidupkan mesin, tekan handle kopling serta masukan ke gigi 1 dan lakukan pemeriksaan roda belakang sepeda motor.

“Kopling motor yang normal adalah ketika kopling ditekan penuh, roda belakang tidak berputar. Sedangkan saat kopling ditekan setengah, roda belakang mulai berputar secara perlahan dan ketika kopling dilepas penuh roda belakang akan berputar,” tutup Ade. (DAM/AB)

 

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.