Bro Deki : Jadilah Leader Yang Humani, Bukan Boss Yang Minta Diladeni

AlanBIKERS.com – Ketika menjalani sesuatu atas dasar hobi akan mendapatkan rasa duka yang minim. Asal semua itu dilakukan dengan hati dan positif thinking aja. Demikian yang dikatakan Bro Deki Irawan, ketika Bikers asal Bandung bercerita soal pengalamannya menjadi pemimpin sebuah klub motor.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Xabre Owners Indonesia (XOI) selama dua periode ini bercerita tentang suka dan duka saat memimpin sebuah perkumpulan anak-anak motor. “Meski memang selalu ada duka, namun sangat minim kita dapatkan jika menjalaninya atas dasar hobi dan hati serta selalu positve thinking,” ujar Bikers kelahiran Surabaya, 11 Desember.

Ada rasa duka ketika kita melihat teman yang tidak bisa membagi waktu hingga mengorbankan keluarga dan pekerjaaan. Menurut Ayah dari Enzo (6 tahun) dan Enzi (5 tahun) ini, berselisih paham atas hal-hal yang seharusnya bisa diselesaikan dengan musyawarah.

“Susah dipersatukan karena perbedaan, padahal berbeda-beda itu kalau sejalan kan bisa bagus. Coba bayangin pelangi cuma satu warna, bosen kali ya…,” tuturnya sambil tertawa.

Bro Deki mengaku banyak belajar saat menjadi pengurus komunitas Xerius Xeon Rider di Kaskus tahun 2012 silam, dan Ketua XOI pada tahun 2016. Bikers pemilik Yamaha Xabre yang kondisinya selalu kinclong ini merasa jadi lebih tahu seputar dunia Bikers, bisa berbagi pengalaman berorganisasi, memberi motivasi positif kepada kawan-kawan, punya banyak teman dengan segala keunikannya dan bisa menyalurkan hobi bersama para Bikers.

Namun, dia kadang merasa harus mengambil keputusan sulit yang tidak bisa memuaskan semua orang, agar organisasi tetap berjalan. “Kadang, saya juga kurang bisa berbuat maksimal membantu member yang sedang kesusahan. Secara pribadi, saya juga banyak engorbankan waktu, biaya, dan keluarga,” akunya.

Baginya, menjadi seorang pemimpin di sebuah klub berbeda dengan pemimpin sebuah perusahaan. Di sebuah perusahaan, karyawan akan menuruti semua permintaan kita karena gaji. Namun di klub, seluruh member dan pengurus lainnya akan menjalankan petunjuk pemimpinnya karena hati.

Jadi, untuk bisa mendapatkan hati anggotanya, seorang pemimpin klub harus bisa menjadi teladan atau panutan baik dalam berorganisasi maupun di kehidupannya sendiri. “Harus bisa menjadi leader yang humani, bukan jadi Boss yang minta diladeni,” tegasnya.

Dalam obrolan via WhatsApp yang penuh canda, lelaki yang hobi kuliner, backpacker dan traveling ini masih memberikan masukan kepada para Bikers, khususnya para member Xabre Owners Bandung bagaimana menyikapi bencana pandemi Covid-19 dan memasuki masa transisi new normal yang tengah diterapkan pemerintah saat ini.

Menurutnya, selama pandemi kegiatan biker bisa dialihkan ke online melalui sosmed, hal ini untuk saling menyemangati sesama anggota yang rindu aspal panjang. Bisa juga dilakukan sharing modifikasi atau berbagi info-info edukasi agar kejenuhan bisa teralihkan.

“Kalau menurut saya dari sisi anak motor, new normal ini mungkin sebagai jalan tengah terbaik agar semua sektor dapat tetap berjalan, namun masa transis harus dibarengi dengani tetap memenuhi protokol kesehatan. Begitu pula bikers, selama new normal harus membiasakan hidup bersih dan tentunya tetap jaga jarak atau social distancing,” pungkasnya. (TR/AB)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.