Milenial dan Kampanye Keselamatan Jalan

AlanBIKERS.com – Pagi terus merangkak menuju siang. Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat ramai oleh warga yang berolahraga. Sebagian berjalan santai, berlari kecil, dan tak sedikit yang bersepeda. Maklum, pagi itu, Minggu, 20 Januari 2019 bertepatan dengan hari bebas kendaraan bermotor (car free day/CFD) yang memang rutin digelar di jantung kota Jakarta tersebut.

Di sudut lain kawasan CFD tampak sebuah panggung berdiri kokoh. Terdapat tulisan dengan warna-warni mencolok kalimat Millenial Road Safety Festival (MRSF). Acara apa?

“Ini acara untuk mengajak milenial ikut mengkampanyekan keselamatan berlalu lintas jalan,” ujar Komisaris Besar (Kombes) Polisi Yusuf, direktur lalu lintas Polda Metro Jaya (PMJ), saat berbincang dengan saya, di sela peluncuran MRSF, Minggu, 20 Januari 2019 pagi.

Orang nomor satu di urusan lalu lintas jalan PMJ itu juga bercerita tingginya angka korban kecelakaan yang melibatkan usia kelompok milenial. Dia juga menyinggung pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membudayakan keselamatan berlalu lintas jalan.

Menurut informasi yang saya peroleh, MRSF digulirkan sepanjang 2 Februari 2019 hingga 31 Maret 2019. Tidak semata di wilayah PMJ yang mencakup Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek), melainkan di seluruh Indonesia. Kegiatan yang diinisiasi Korlantas Mabes Polri itu dinilai sebagai ajang mengedukasi masyarakat untuk berlalu lintas jalan yang aman dan selamat.

Di Jakarta, MRSF diisi oleh beragam aktifitas. Mulai dari lomba mural, lomba blog, touring keliling kota para anggota kelompok pesepeda motor, hiburan musik, perpanjangan SIM gratis bagi yang berulangtahun pada Maret, aksi terjun payung hingga pembagian hadiah (door prize) sepeda motor dan lainnya. Kegiatan puncak MRSF di Jakarta digelar pada Sabtu, 16 maret 2019.

Di sejumlah wilayah lainnya juga ada yang diisi dengan jalan sehat, senam hingga hiburan. Tentu saja, di sela kesemua itu pesan keselamatan jalan disisipkan.

“Saya ingin titip, enggak banyak-banyak. Kalau mau berkendaraan tolong dicek betul, pertama lampunya nyala enggak, spionnya harus komplit. Sebelum berkendaraan helm harus siap dan dipakai,” ujar Presiden Joko Widodo, saat menghadiri Millennial Road Safety Festival di Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, 9 Maret 2019.

Bahkan, seperti dilansir www.berisatu.com, Presiden Joko Widodo meminta agar para pengendara tidak menggunakan telepon genggam saat mengemudikan kendaraan. Hal ini berlaku tidak hanya untuk pengendara sepeda motor, tetapi juga pengendara mobil.

“Tidak boleh loh, waktu berkendaraan tidak boleh main handphone, berbahaya sekali. Naik mobil pun berbahaya sekali, nyetir sambil main handphone. Karena kita ini kalau pas pergi ditunggu keluarga dan orang tua kita di rumah. Jadi hati-hati dalam berkendaraan. Siapkan, cek semua kelaikan kendaraan,” katanya.

Menurut Presiden, kecelakaan lalu lintas saat ini berada dalam peringkat kelima penyebab kematian di dunia. Sehingga, dia meminta agar masyarakat bisa lebih berhati-hati lagi. “Kecelakaan di dunia memakan korban, rangking lima. Pertama jantung, penyakit paru-paru, diabetes, dan lain-lain. Nomor lima itu kecelakaan lalu lintas. Hati-hati,” ujarnya.

Menurut Kaurmin Subdit Dikyasa Dit Lantas PMJ AKP Sri Pamuncak, SH, Presiden Joko Widodo juga akan hadir dalam penutupan MRSF 2019 di kawasan Monas, Jakarta Pusat pada Minggu, 31 Maret 2019. “Saat itu, selain diumumkan para pemenang lomba MRSF juga akan dicanangkan hari Keselamatan Lalu Lintas Jalan,” papar Sri Pamuncak, saat berbincang dengan saya di studio Bravos Radio, di Condet, Jakarta Timur, Sabtu, 2 Maret 2019 pagi.

Dalam talk show di Bravos Radio, Sri Pamuncak juga membeberkan rencana kegiatan MRSF untuk kawasan Jakarta dan sekitarnya. “Kegiatan ini merupakan edukasi keselamatan lalu lintas jalan sekaligus mengajak milenial untuk lebih peduli keselamatan berlalu lintas jalan. Banyak kegiatannya, termasuk ada touring keliling kota yang akan diikuti 3.000 bikers,” paparnya.

Pesta Road Safety

Milenial dalam kamus KBBI Kemdikbud punya makna berkaitan dengan generasi yang lahir di antara tahun 1980-an dan 2000-an. Sebuah rentang usia muda.

Laman beritagar.id dalam edisi Minggu, 4 Maret 2018 menulis bahwa mereka yang terlahir antara tahun 1981 sampai 1996 adalah generasi milenial. Tulisan itu mengutip The New York Times, edisi Kamis, 1 Maret 2018. Disebutkan bahwa Pew Research Center merilis definisi baru generasi milenial. Generasi milenial dalam definisi ini memiliki rentang waktu yang sedikit lebih pendek. Ukuran baru menyatakan mereka yang terlahir antara tahun 1981 sampai 1996 adalah generasi milenial. Selama ini United States Census Bureau menetapkan rentang generasi milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1982 sampai 2000.

Artinya, jika memakai defenisi tahun kelahiran tersebut yang dimaksud dengan kalangan milenial, pada 2019 adalah mereka yang berusia 23-38 tahun. Tentu saja itu merupakan kelompok usia muda dan kelompok usia produktif.

Rentang usia itu dalam catatan Korlantas Mabes Polri merupakan kelompok yang cukup besar keterlibatannya dalam kecelakaan lalu lintas jalan. Karena itu, sangat logis jika Korlantas Polri menginisiasi MRSF sebagai medium untuk mengajak kalangan milenial untuk lebih peka akan isu keselamatan jalan. Muaranya, kalangan milenial ikut mewujudkan lalu lintas jalan yang aman dan selamat, termasuk turut mengkampanyekannya kepada masyarakat luas.

Di sisi lain, kata festival dalam kamus bahasa Indonesia bermakna hari atau pekan gembira dalam rangka peringatan peristiwa penting dan bersejarah. Makna lainnya adalah pesta rakyat. Sedangkan id.wikipedia menyebutkan bahwa kata festival dari bahasa Latin, berasal dari kata dasar “festa” atau pesta dalam bahasa Indonesia. Festival biasanya berarti “pesta besar” atau sebuah acara meriah yang diadakan dalam rangka memperingati sesuatu. Atau juga bisa diartikan dengan hari atau pekan gembira dalam rangka peringatan peristiwa penting atau bersejarah, atau pesta rakyat.

Merujuk hal itu saya memaknai MRSF sebagai pesta keselamatan jalan (road safety). Membungkus pesan keselamatan jalan di dalam pesta. Tidak ada yang keliru. Dalam suasana gembira ditularkan pesan mulia, mewujudkan lalu lintas jalan yang humanis. Lalu lintas jalan yang minim fatalitas kecelakaan lalu lintas. (Edo Rusyanto/AB)

Baca juga : Edo Rusyanto’s traffic

38Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *