Ternyata Begini Pentingnya Mengetahui Marka dan Rambu

AlanBIKERS.com – Selain pandai nyetir, kita juga harus mikir. Awalnya, kalimat itu terasa janggal di telinga. Setelah direnungkan lebih dalam ternyata ada benarnya juga.

Nyetir atau berkendara di jalan raya, entah itu sepeda motor atau mobil, tak semata urusan ketrampilan teknis, melainkan mutlak dibarengi pengetahuan yang cukup. Pengetahuan yang dimaksud adalah seputar aturan lalu lintas jalan.

Terkait hal itu, bisa diawali dengan memahami apa saja warna marka dan rambu jalan, serta makna dari itu semua. Boleh jadi karena tidak mengetahui makna marka dan rambu jalan, seorang pengendara menjadi ceroboh, bahkan melanggar peraturan yang ada. Padahal, di sisi lain, kecerobohan itu bisa memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan.

Sebagai ilustrasi soal rambu berwarna merah. Makna rambu ini adalah melarang pengguna jalan untuk melakukan sesuatu, misal, pengendara dilarang melintas karena di jalan tertentu merupakan area satu jalur.

Otak kita pun lantas berpikir, kenapa harus dilarang? Apa bahayanya bagi pengendara?

Kesemua itu pikiran yang wajar. Namun, setelah tahu bahwa larangan itu dibuat demi keselamatan pengguna jalan, semestinya sudah final. Kecuali dalam kondisi darurat (force majeur) seperti bencana alam atau perang.

Masih soal rambu jalan. Selain warna merah, ada warna biru yang bermakna perintah. Lalu, warna kuning yang bermakna hati-hati. Serta dua yang memiliki makna senada, yakni warna hijau bermakna informasi atau petunjuk arah dan warna coklat yang bermakna petunjuk informasi lokasi wisata atau ruang publik.

Nah, sekarang terkait marka jalan. Ada dua makna utama yang harus diperhatikan, yaitu, pertama, garis putih menyambung yang bermakna tidak boleh dilintasi. Kedua, garis putih terputus yang bermakna bisa dilintasi.

Misal, garis menyambung di tikungan jalan, artinya pengendara saat melintasi tikungan dilarang melebihi batas garis yang ada. Saat melebihi garis tadi bisa berisiko tabrakan dengan kendaraan yang datang dari arah berlawanan.

Runyam kan?

Ngomong-ngomong, aturan soal rambu dan marka jalan diatur dengan tegas di dalam Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Litnas dan Angkutan Jalan (LLAJ) maupun turunannya. Pelanggaran terhadap aturan marka dan rambu cukup berat. Dari sisi ancaman sanksi denda, maksimal bisa mencapai Rp 500 ribu. Sedangkan dari sisi ancaman penjaranya maksimalnya dua bulan.

Di sisi lain, tahu saja memang tidak cukup. Setelah memahami makna rambu dan marka, setiap pengendara dituntut untuk sudi mengimplementasikannya. Tentu dengan landasan berpikir bahwa keselamatan menjadi prioritas ketika berlalulintas. Repotnya, sudah tahu, tapi tidak mau tahu. (edo rusyanto)

Baca Juga : Edo Rusyanto’s Traffic

39Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enjoy this blog? Please spread the word :)