AlanBIKERS.com – Rasa kecewa terhadap manajemen Rebels MC yang membuatnya dipecat secara resmi sebagai Presiden Rebels MC Indonesia, justru membuat Bro Ronny Setiawan makin optimis untuk mengembangkan Mongols MC di Tanah Air…
Indonesia merupakan negara strategis dalam segi pengembangan Mongols MC di Asia. Indonesia menjadi pintu gerbang untuk masuk ke Australia yang merupakan pusat chapter Asia Pasific. Indonesia juga negara yang populasi Bikers, klub/komunitas sepeda motornya terbanyak di Asia Tenggara.

Dengan alasan itulah, Mongols MC berencana melebarkan sayapnya di dunia khususnya Asia. Menurut kacamata Mongols MC, Indonesia adalah negara yang punya perkembangan yang tinggi dengan banyaknya klub-klub MC dunia yang masuk dan berkembang dengan baik.
Baca juga : Dapat Kepercayaan dari Dunia, Mongols MC Tancapkan Bendera di Indonesia
Bro Ronny Setiawan adalah sosok Bikers yang loyal terhadap klub yang dipimpinnya. Pria berusia 50 tahun ini punya pengalaman selama 11 tahun untuk menjalankan roda organisasi MC dunia di Indonesia. Dari kinerjanya yang profesional itulah, Bro Ronny dilirik bahkan digandeng oleh Mongols MC untuk menancapkan bendera Mongols MC di Indonesia.

“Pada 13 Mei 2013 silam, saya pernah dikukuhkan oleh Nick Martin yang menjabat sebagai National President Rebels MC Asia Pasific pada saat itu. Oleh Nick, saya diberi tanggung jawab untuk membesarkan Rebels MC di Indonesia dengan berkonsolidasi langsung ke Australia,” ungkap Bro Ronny memulai ceritanya.
Bro Ronny sangat menyayangkan ketika Nick Martin wafat. Tanpa pemberitahuan dan sepihak, Rebels Mother Chapter memindahkan jalur konsolidasi ke Rebels MC S.E.A yang diketuai oleh Singapura. Dari sinilah awal konflik antara Bro Ronny dan Rebels. Dengan tegas Bro Ronny tetap mempertahankan sejarah dimana Indonesia hanya berkonsultasi dengan Autralia. Bro Ronny menolak Indonesia berada di bawah aturan Singapura.

“Saya ingin mempertahankan intregritas bangsa Indonesia yang besar ini agar tidak diatur oleh Singapura, yang notabene adalah sebuah negara kecil itu. Demi mempertahankan integritas tersebut, maka, saya dan jajaran pengurus menolak aturan konsolidasi dengan Singapura, agar Indonesia tetap sejajar dengan bangsa besar lainnya,” tegas pemilik Velocette dan HD Sporster ini.
Dari penolakan tersebut, akhirnya Rebels Mother Chapter pun membuat keputusan dengan mengeluarkan surat pemecatan terhormat kepada Bro Ronny. “Dengan terbitnya surat pemecatan terhormat tersebut, maka kami dan para pengurus lainnya memutuskan bahwa Rebels MC Indonesia resmi dibubarkan,” katanya.

“Bro Ronny dikeluarkan dari Rebels MC karena adanya fitnah dari oknum yang belum lama jadi anggota di Rebels MC Indonesia. Karena orang ini mampu berbahasa Inggris, lalu berhubungan langsung dengan Rebels MC pusat dan menghasut kepengurusan di Indonesia, yang intinya orang ini mau merebut jabatan Presiden dari tangan Bro Ronny,” ungkap Bro Jhonta Herry Patmono, Owner Graha Auto Classic Cikarang yang juga ikut mengundurkan diri dari Vice President Rebels MC Indonesia.
Baca juga : Keluarga Bikers Motor Klasik ini Terlihat Kompak Saat Sunmori ke Pantai Muara Bungin
Apa yang disebutkan Bro Herry GAC ternyata benar adanya. Meski Rebels MC Indonesia sudah dinyatakan bubar oleh para pengurus, namun, secara diam-diam ada tiga orang anggota yang tetap melakukan konsultasi dengan Singapura. Bahkan, mereka menyatakan bahwa Rebels MC Indonesia masih berdiri di bawah Singapura. Jadi, mereka tidak segan meminta support dari Singapura.

“Ya, kita lihat saja, seberapa kuat para penghianat itu akan bertahan. Patch Over yang dilakukan oleh Mongols Nation terhadap Rebels Indonesia adalah yang terbaik. Mongols Nation mengakui sikap kami yang menghargai sejarah dan integritas bangsa. Kami tidak akan pernah mau pernah mau berada di bawah Singapura. Indonesia harus tetap dan terus jadi Macan Asia,” tegas Bro Ronny. (TR/AB)


















