Mario Iroth : Saat Menuju Lalibela Seolah Masuk Kembali ke Mesin Waktu

Mario Iroth pemenang Castrol Power1 Legendary Bikers 2014 saat ini sedang melakukan perjalanan Wheel Story Season 5. Dia berpetualang menjelajah benua Afrika menggunakan sepeda motor Honda CRF250 Rally. Inilah cerita yang dibuatnya pada tanggal 29 Maret 2018, dimana saat itu sudah memasuki hari ke-165 dan jarak tempuh 21.752 Km ketika dia sudah memasuki wilayah Lalibela, Ethiopia.

Pagi itu KBRI Addis Ababa menjadi ramai, Staff KBRI Addis Ababa bersama warga Indonesia di Ethiopia memadati halaman depan kantor KBRI, Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia merangkap Djibouti & African Union, Pak Imam Santoso bersama seluruh staff KBRI Addis Ababa dan warga Indonesia melepas petualangan Wheel Story menuju bagian utara Ethiopia dan nantinya akan ke Sudan. Bendera merah putih dikibarkan dan sorak sorai semua orang memberikan semangat dan juga lambai tangan ucapan selamat jalan. Adventure pun dimulai.

Kita berhasil keluar dari hiruk pikuk kota Addis Ababa, melihat aspal mulus dengan pemandangan tanah lapang dan pedesaan membuat saya lega memacu motor, melewati jalanan nanjak berkelok manis, membawa kami masuk ke kabut tebal hingga ketinggian 3200 mdpl, sangat dingin dan misterius, serasa riding masuk ke awan.

Di ujung jalan terlihat tebing hijau setelah masuk 3 kali terowongan. Daratan luas menunggu di seberang. Lambaian tangan warga local dan anak-anak serta kerbau dan kambing yang bikin macet dengan suasana pedesaan dan mobil tua, seolah masuk kembali ke mesin waktu. Warga disini sangat ramah hingga sore menjelang kami bermalam di Dessie.

Pagi yang cerah, mentari bersinar hangat kami kembali riding menuju utara, kali ini jalan membawa kami hingga ketinggian 3480 mdpl, oksigen menipis dan dingin hingga hujan es terjadi di beberapa km kedepan. Orang disini sudah biasa akan kondisi ini.

 

Kami terus bergerak hingga jalan berubah menjadi gravel dengan hamparan pegunungan gersang dan bebatuan terlihat tanpa batas. Tibalah kami di Lalibela, kota yang menyimpan sejarah hampir 1 milenium.

 Lalibela, kami melusuri gereja dari abad 12, dipahat dari batu besar dari atas ke bawah, unik sangat unik hingga apa yang kami saksikan seperti membawa kembali pada masa itu. Sungguh luar biasa, terlihat ratusan pemeluk Kristen Ortodoks tak henti-hentinya sembahyang di setiap gereja kompleks ini.

Sesekali kami masuk ke goa untuk menuju gereja lainnya, dan melihat lukisan berabad-abad lamanya hampir di tiap pilar dan langit-langit gereja. Salah satu yang menarik adalah gereja St.George dengan arsitektur yang kokoh dan utuh dari atas hingga ke bawah. Ini merupakan pengalaman yang luar biasa. Ethiopia ‘land of origins’. (Wheel Story/AB)

 

4Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: